Insan Penerus Bangsa! 120 Calon Perjaka Resmi Disunat di Rumah Dinas Wali Kota Madiun dalam Rangka HUT ke-108
Plt Wali Kota Madiun Menyampaikan Sambutan di Acara Khitan- Dok. (Zein/Selintas Media)
Selintas Media- Sebanyak 120 anak mengikuti kegiatan khitanan massal bertajuk Madiun Khitanan yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Madiun, Kamis (4/6), kemarin. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun.
Kegiatan
tersebut dihadiri Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun, Ketua DPRD Madiun Armaya,
Kepala Kementerian Agama, Baznas, serta Lembaga Amil Zakat Nurul Hayat.
Plt
Wali Kota Madiun Bagus Panuntun menyampaikan bahwa khitanan massal ini
merupakan agenda rutin tahunan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga
memiliki nilai sosial dan budaya.
“Ini
bagian dari rangkaian HUT Kota Madiun ke-108. Kegiatan ini rutin kita
laksanakan sebagai bentuk kepedulian dan juga menjaga tradisi,” ujar Bagus
Panuntun.
Ia
menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bentuk harapan pemerintah daerah agar
anak-anak yang mengikuti khitanan dapat tumbuh sehat dan memiliki masa depan
yang baik.
“Ini
hari penting untuk adik-adik, untuk masa depan mereka. Harapannya bisa lebih
baik ke depannya,” lanjutnya.
Dalam
kegiatan tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan layanan khitan gratis,
tetapi juga bingkisan yang berasal dari kolaborasi berbagai pihak, termasuk
Baznas dan Nurul Hayat.
Kepala
Cabang Nurul Hayat, Khoirur Rohman, menjelaskan bahwa pelaksanaan khitan
menggunakan metode super ring yang tidak menggunakan jarum suntik,
sehingga anak lebih nyaman dan proses pemulihan lebih cepat.
“Peserta
ditangani tenaga medis profesional. Metode ini membuat anak lebih nyaman dan
tetap bisa beraktivitas setelah tindakan,” jelasnya.
Ia
juga menambahkan bahwa seluruh peserta mendapat pendampingan medis pasca-khitan
melalui sistem komunikasi langsung dengan petugas kesehatan untuk memastikan
kondisi tetap terpantau.
Kegiatan
khitanan massal ini menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-108 Kota Madiun
yang melibatkan unsur pemerintah daerah, lembaga sosial, serta tenaga
kesehatan, sebagai bentuk pelayanan langsung kepada masyarakat.
(Sasmito/SelintasMedia)

.jpeg)
.jpeg)

Join the conversation