Pemkot Madiun Sambut Kepulangan Jemaah Haji, Plt Wali Kota Bagus Apresiasi Kelancaran Proses
Selintas Media- Pemerintah
Kota Madiun menyambut kepulangan jemaah haji asal Kota Madiun yang tergabung dalam
Kloter 22 pada Minggu (7/6) dini hari. Proses kepulangan jemaah berlangsung
lancar sejak tiba di Indonesia hingga kembali ke Kota Madiun.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali
Kota Madiun, Bagus Panuntun, mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam
proses pemulangan jemaah haji tahun ini. Dari total 227 jemaah yang berangkat
ke Tanah Suci, sebanyak 225 orang telah kembali ke Kota Madiun. Sementara itu,
satu jemaah meninggal dunia di Mekah dan satu lainnya masih menjalani perawatan
di Jeddah.
“Hari ini kedatangan jemaah
haji Kota Madiun. Alhamdulillah proses kepulangannya berjalan lancar,” ujar
Bagus saat memberikan keterangan kepada awak media.
Ia juga mengimbau para
jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan dan memanfaatkan waktu istirahat setelah
menjalani rangkaian ibadah haji serta perjalanan panjang dari Arab Saudi menuju
Indonesia.
Selain itu, Bagus berharap
para jemaah dapat membawa nilai-nilai positif selama menjalankan ibadah haji
untuk diterapkan di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Wakil
Kementerian Agama sekaligus Petugas Haji Kota Madiun, Datik Ardiyah,S.E.,M.H.,
menjelaskan proses kedatangan jemaah tahun ini berlangsung lebih cepat
dibanding sebelumnya. Hal itu didukung penggunaan sistem pemindai digital di
Asrama Haji Sukolilo Surabaya yang mempercepat proses pemeriksaan imigrasi.
“Sekarang sudah ada alat
pemindai digital, jadi jemaah tinggal lewat dan langsung terdeteksi. Prosesnya
jauh lebih cepat,” kata Datik.
Menurutnya, distribusi air
zam-zam kepada jemaah juga telah berjalan sesuai jumlah keberangkatan awal.
Datik memastikan kondisi
seluruh jemaah yang tiba di Kota Madiun dalam keadaan sehat dan tidak ada yang
memerlukan penanganan medis khusus saat kepulangan.
Meski demikian, petugas
kesehatan tetap mengimbau para jemaah untuk segera memeriksakan diri ke
fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala flu atau batuk dalam
beberapa hari setelah tiba di rumah.
Selain pelayanan
kepulangan, jemaah tahun ini juga mendapat kemudahan dalam mengakses sertifikat
haji secara digital melalui aplikasi terintegrasi dengan barcode Nusuk.
“Tinggal scan barcode Nusuk
melalui aplikasi, nanti sertifikat hajinya langsung muncul,” ujar Datik.
Pemerintah berharap seluruh
jemaah haji asal Kota Madiun dapat kembali beraktivitas dengan baik dan menjadi
haji yang mabrur. Evaluasi terhadap pelaksanaan layanan haji tahun ini juga
akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji mendatang.
(Sasmito/Selintas Media)
Join the conversation