SH Panti Padukan Jurus Pencak Silat dan Keroncong Jawa dalam Pentas Budaya di Madiun
Selintas
Media– Persaudaraan Setia Hati (SH) Panti
menggelar pentas seni budaya di Padepokan Pusat Winongo, Kota Madiun, Sabtu
(27/6), kemarin. Kegiatan tersebut menampilkan pertunjukan yang memadukan jurus
pencak silat dengan iringan musik keroncong Jawa sebagai upaya melestarikan
budaya sekaligus memperkuat nilai persaudaraan.
Pertunjukan digelar di Panti
Setia-Hati 1903 Madiun dan dihadiri sejumlah tokoh, termasuk Pelaksana Tugas
(Plt.) Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun. Melalui kegiatan ini, SH Panti ingin
menunjukkan bahwa pencak silat tidak hanya berfungsi sebagai bela diri, tetapi
juga menjadi bagian dari warisan budaya yang dapat dikemas dalam pertunjukan
seni.
Dalam pertunjukan tersebut, dua
pesilat mengenakan pakaian batik dan memperagakan jurus-jurus baku pencak
silat. Setiap gerakan dilakukan mengikuti irama musik keroncong Jawa yang
dimainkan secara langsung, sehingga menciptakan perpaduan antara unsur bela
diri dan seni pertunjukan.
Gerakan silat tetap terlihat meski
diiringi petikan ukulele, selo, dan instrumen keroncong lainnya. Kolaborasi
tersebut memperlihatkan bahwa pencak silat tidak hanya menonjolkan aspek
ketangkasan dan kekuatan fisik, tetapi juga mengandung nilai seni, ketenangan,
serta pengendalian diri.
Plt. Wali Kota Madiun, Bagus
Panuntun, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, SH Panti
memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Madiun.
Karena itu, kegiatan seni dan budaya dinilai mampu memperkuat persaudaraan
sekaligus menjaga keharmonisan masyarakat.
"Harapan ke depannya, SH Panti
akan banyak memberikan kontribusi terhadap masa depan Kota Madiun, bersama-sama
menjaga kerukunan di seluruh Kota Madiun. Karena itu menjadi poin utama untuk
pengembangan Kota Madiun sebagai Kota Pendekar," ujar Bagus Panuntun.
Ia berharap organisasi pencak silat
di Kota Madiun terus berperan aktif dalam menjaga ketertiban, memperkuat
persaudaraan, dan mendukung pelestarian budaya lokal melalui berbagai kegiatan
yang melibatkan masyarakat.
Pentas seni budaya tersebut menjadi
salah satu bentuk pelestarian budaya yang memadukan tradisi pencak silat dengan
seni musik daerah. Selain menjadi ruang ekspresi bagi para pesilat, kegiatan
ini juga menjadi sarana memperkenalkan nilai-nilai budaya kepada masyarakat,
khususnya generasi muda.
(Sasmito/Selintas
Media)

Join the conversation