Kirim tulisan dan dapatkan kesempatan tulisanmu dipublish Selintas Media. Klik disini

Tersembunyi! Potongan Klenteng Lama di Rumah Warga Ungkap Sejarah Baru Kota Madiun

 

Klenteng Lama Berada di Kawasan Rumah Joko Jalan Mayjend Sungkono Madiun- Dok. (Candra/Selintas Media) 

Selintas Media- Sebuah potongan bangunan klenteng lama yang selama ini tersembunyi kini ditemukan berada di dalam area rumah seorang warga bernama Joko di Jalan Mayjend Sungkono, Kota Madiun. Temuan tersebut mengungkap fakta baru bahwa kompleks klenteng bersejarah itu dulunya memiliki kawasan yang jauh lebih luas sebelum akhirnya terpisah akibat perkembangan permukiman warga.

Bagian utama klenteng hingga saat ini masih berdiri dengan karakteristik arsitektur khas Tionghoa. Sementara itu, potongan bangunan lain teridentifikasi berada di lokasi terpisah dan kini telah menyatu dengan bangunan rumah tinggal milik warga.

Struktur bangunan yang ditemukan di kediaman Joko diduga merupakan bagian integral dari kompleks klenteng asli. Beberapa bagian bangunan seperti pilar, fondasi, dan bentuk arsitektur kuno masih terlihat dan menjadi penanda kuat jejak sejarah kawasan tersebut.

Dalam keterangannya, Joko menceritakan sejarah lisan keluarganya yang berkaitan langsung dengan awal mula keberadaan klenteng di Kota Madiun sekitar tahun 1880-an.

Menurutnya, dahulu salah satu anggota keluarganya mengalami sakit parah yang sulit disembuhkan. Pada masa itu, pengobatan penyakit tersebut disebut hanya dapat dilakukan hingga ke Singapura. Namun, seorang tokoh Tionghoa yang disebut sebagai tabib Tionghoa berhasil menyembuhkan penyakit tersebut menggunakan ramuan herbal tradisional.

Sebagai bentuk rasa terima kasih, keluarga leluhurnya kemudian melakukan tukar guling tanah yang berada di kawasan Jalan Trunojoyo atau Jalan Cokroaminoto saat ini untuk digunakan sebagai lokasi pembangunan klenteng.

“Dulu keluarga kami menukar tanah itu karena merasa sangat terbantu setelah penyakit leluhur kami bisa disembuhkan,” ujar Joko saat diwawancarai, Minggu (21/6), kemarin.

Ia juga menjelaskan bahwa lokasi rumah yang ditempatinya saat ini diyakini merupakan bagian aula atau teras depan dari kawasan klenteng lama yang dahulu sangat luas.

“Kalau dulu kawasan ini luas sekali. Anak-anak zaman dulu bahkan bisa belajar sepeda dan motor di dalam area sini,” jelasnya.

Tiang Rumah Khas Tioghoa dengan Kayu Menjular Tinggi- Dok. ( Candra/Selintas Media)

Joko menyebut perbedaan bentuk pilar menjadi salah satu bukti fisik peninggalan bangunan lama tersebut. Pilar di area rumahnya berbentuk kotak, sedangkan pilar pada bangunan klenteng utama berbentuk bulat khas arsitektur tempat ibadah Tionghoa.

Keberadaan potongan bangunan klenteng kuno di rumah warga itu kini menjadi perhatian karena dinilai memiliki nilai sejarah tinggi terkait perkembangan kawasan pecinan dan sejarah Kota Madiun tempo dulu.

Selain menyimpan sejarah panjang hubungan masyarakat lokal dan komunitas Tionghoa, situs tersebut juga memperlihatkan bagaimana ruang sejarah dan permukiman modern saling bertumpang tindih seiring perkembangan kota.

Joko berharap bangunan bersejarah tersebut dapat memperoleh perhatian tidak hilang. Pasalnya, kondisi bangunan memiliki nilai sejarah tinggi.

Dengan adanya temuan ini, masyarakat berharap jejak sejarah klenteng lama di Kota Madiun dapat semakin ditelusuri dan menjadi bagian penting dalam upaya pelestarian cagar budaya daerah.

 

(Sasmito/Selintas Media)