Anak Kos, Tanggal Tua, di Madiun Pula? Ini Seni Mengatur Bahagia Tanpa Bikin Dompet Menjerit
Selintas Media — Menjadi anak kos atau
perantau punya tantangan tersendiri. Awal bulan mungkin terasa lega, tetapi
mendekati akhir bulan mulai muncul seni mengatur pengeluaran agar kebutuhan
tetap aman. Di Madiun, hidup hemat bukan berarti harus mengorbankan kenyamanan.
Dengan strategi sederhana, kebutuhan sehari-hari tetap bisa terpenuhi.
Berikut
beberapa cara yang bisa dicoba para penghuni kos di Kota Pecel.
1. Jangan Gengsi Makan Murah dan Tetap Kenyang
Urusan
makan sering menjadi pengeluaran terbesar. Namun, di Madiun banyak pilihan
makanan yang masih bersahabat dengan kantong.
Untuk
sarapan, nasi jotos atau pecel bisa didapat mulai sekitar Rp5 ribu, ditambah
gorengan. Pilihan lain, soto seger juga bisa menjadi menu pagi dengan harga
yang relatif terjangkau.
Siang
hari, salah satu strategi hemat adalah membeli lauk matang lalu memasak nasi
sendiri. Di warung, lauk sederhana bisa ditemukan mulai Rp3 ribu hingga Rp5
ribu. Untuk makan malam, pilihan seperti penyetan kepala bebek sekitar Rp8
ribu, kepala ayam sekitar Rp4 ribu, atau ati ampela sekitar Rp7 ribu bisa menjadi
alternatif ketika ingin makan enak tanpa menguras kantong.
Bagi
perantau, kuncinya bukan menghindari makan enak, tetapi tahu tempat dan cara
mengaturnya.
2. Ngopi Boleh, Asal Tidak Membuat Dompet Ikut Lelah
Bagi
banyak orang, ngopi bukan sekadar minum kopi, tetapi juga ruang bertemu dan
bertukar informasi. Namun, kebiasaan nongkrong perlu tetap dikontrol.
Ajakan
ngopi bisa diterima, misalnya beberapa kali dalam seminggu, terutama jika ada
informasi penting atau urusan pekerjaan. Yang perlu dijaga adalah jangan sampai
obrolan santai membuat pengeluaran ikut membesar.
3. Masak Cerdas, Jangan Sampai Rugi
Banyak
penghuni kos berpikir memasak sendiri selalu lebih hemat. Padahal, tidak selalu
demikian.
Memasak
nasi sendiri lalu membeli lauk sering menjadi pilihan yang lebih praktis. Jika
memasak sayur sendiri dalam jumlah sedikit, biaya bahan, bumbu, gas, hingga
makanan tersisa kadang justru membuat pengeluaran membengkak. Belum lagi semut
yang tiba-tiba ikut menikmati hasil masakan.
4. Manfaatkan Fasilitas Sosial di Madiun
Perantau
perlu mengenal lingkungan sekitar. Di Madiun, sejumlah masjid menyediakan
kegiatan Jumat berkah yang membagikan makanan. Beberapa masjid juga menyediakan
sarapan setelah Subuh.
Selain
itu, kebutuhan air minum juga bisa dihemat. Penghuni kos dapat memanfaatkan
fasilitas isi ulang air di kawasan Pahlawan Street Center (PSC) Madiun atau
mengambil air minum yang tersedia di masjid secukupnya.
5. Bijak Belanja Kebutuhan Harian
Sabun,
sampo, dan perlengkapan mandi memang terlihat sebagai pengeluaran kecil, tetapi
jika tidak dikontrol bisa menumpuk. Bandingkan harga sebelum membeli dan pilih
tempat belanja yang menawarkan harga lebih terjangkau.
Pada
akhirnya, hidup di kos bukan soal menjadi orang paling irit, melainkan mampu
mengatur prioritas. Karena tanggal tua bukan hanya soal berapa uang yang
tersisa, tetapi seberapa pintar seseorang mengelolanya.
(Sasmito/Selintas Media)

Join the conversation