Kirim tulisan dan dapatkan kesempatan tulisanmu dipublish Selintas Media. Klik disini

Bahas Strategi Komunikasi agar Kelas Lebih Aktif, Berdit Zanzabela Jadi Pemateri IHT Pesantren Modern Mr. BOB Madiun


Selintas Media– Berdit Zanzabela, S.Kom., M.Med.Kom., menjadi pemateri dalam kegiatan In House Training (IHT) Pesantren Modern Mr. BOB yang diikuti guru SMP IT MR. BOB dan MA Mr. BOB Madiun. Kegiatan berlangsung di Gedung Pesantren Modern Mr. BOB pada 7–8 Juli 2026 lalu dengan mengangkat tema "Guru Asyik, Santri Aktif: Strategi Komunikasi dan Arah yang Bikin Kelas Hidup."

IHT tersebut diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kompetensi pendidik, khususnya dalam membangun komunikasi pembelajaran yang efektif sehingga mampu menciptakan suasana kelas yang aktif, terarah, dan mendorong partisipasi santri.

Berdit Zanzabela atau akrab disapa Bela merupakan profesional di bidang media, presenter berita (News Anchor), dosen praktisi, sekaligus trainer dan asesor BNSP. Perempuan asal Trenggalek, Jawa Timur, itu juga merupakan pendiri (Founder) Maestría, platform pengembangan diri di bidang komunikasi dan kepribadian serta training provider untuk pelatihan dan sertifikasi BNSP.

Dalam sesi pemaparannya, Bela menjelaskan bahwa komunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan proses belajar mengajar. Menurutnya, guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai komunikator yang mampu membangun interaksi positif dengan peserta didik.

"Kelas yang aktif tidak lahir dari komunikasi satu arah. Guru perlu membangun komunikasi yang jelas, memberikan ruang bagi santri untuk bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat. Ketika komunikasi berjalan dua arah, proses belajar menjadi lebih bermakna dan tujuan pembelajaran lebih mudah tercapai," ujar Bela.

Ia juga mengajak para guru untuk menyesuaikan cara berkomunikasi dengan karakter peserta didik, memanfaatkan bahasa yang mudah dipahami, serta memberikan arahan yang jelas agar kegiatan belajar berlangsung lebih efektif.

Menurut Bela, strategi komunikasi yang tepat dapat membantu meningkatkan keterlibatan santri dalam pembelajaran sekaligus membangun lingkungan belajar yang kondusif. Selain itu, anak yang kebanyakan generasi Gen Z akan merasa tidak ada gap komunikasi seperti yang banyak dikeluhkan terlebih jika tenaga pengajar berasal dari generasi boomer dan milenial. Menurut Bela, jika gen Z merasa ada gap, bisa menyebabkan adanya ketidaknyamanan dalam berkomunikasi. Akhirnya generasi Z akan lebih mencari teman sebaya, teman di dunia maya bahkan banyak berkomunikasi dengan aplikasi AI yang dirasa lebih nyaman untuk mereka.

Kegiatan IHT ini menjadi bagian dari komitmen Pesantren Modern Mr. BOB dalam meningkatkan kualitas sumber daya pendidik melalui penguatan kompetensi komunikasi, metodologi pembelajaran, dan pengembangan profesional guru.

Partisipasi Berdit Zanzabela sebagai narasumber menjadi wujud kontribusi nyata dalam mendukung penguatan sistem pembelajaran yang aktif dan berpusat pada peserta didik. Kehadirannya juga memperluas kolaborasi antara praktisi media dengan dunia pendidikan melalui berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik komunikasi yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran saat ini.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru mampu menerapkan strategi komunikasi yang efektif di ruang kelas sehingga proses pembelajaran berlangsung lebih interaktif, terarah, dan mampu meningkatkan keterlibatan santri dalam setiap kegiatan belajar.

(Sasmito/Selintas Media)