Kirim tulisan dan dapatkan kesempatan tulisanmu dipublish Selintas Media. Klik disini

Festival Madiun Hijau 2026 Dorong Warga Pilah Sampah dari Rumah

 

Pemerintah Kota Madiun Mengampanyekan Gerakan Memilah Sampah- Dok. (Sasmito/Selintas Media)

Selintas Media- Pemerintah Kota Madiun bersama masyarakat mengampanyekan gerakan memilah sampah dari rumah melalui Festival Madiun Hijau 2026 yang digelar di kawasan Pahlawan Street Center (PSC), Jumat (31/7), kemarin. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah sekaligus menekan volume residu yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Festival tersebut diikuti ribuan peserta yang terdiri atas 1.030 ketua RT, ketua RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Karang Taruna, petugas penarik gerobak sampah, penyapu jalan, Pendekar Hijau, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Penandatanganan Pilah Dari Rumah pada Perwakilan Masyarakat- Dok. (Sasmito/Selintas Media)

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, kampanye ini bertujuan membangun budaya baru agar masyarakat mulai memilah sampah sejak dari rumah. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh warga.

"Hari ini Kota Madiun mencanangkan gerakan 'Pilah dari Rumah' sebagai salah satu strategi untuk mengurangi residu di TPA. Kami ingin seluruh masyarakat ikut menyukseskan program ini," ujarnya.

Pemkot Madiun juga meluncurkan kader Pendekar Hijau yang akan bertugas memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat di setiap kelurahan. Pendampingan itu akan diperkuat melalui nota kesepahaman yang dijadwalkan ditandatangani pada 5 Agustus mendatang.

Deklarasi Pilah dari Rumah oleh Masyarakat dan Siap Menjalankan- Dok. (Sasmito/Selintas Media)

"Pendekar Hijau akan memberikan edukasi dan pendampingan agar program ini berjalan secara berkelanjutan," kata Bagus.

Untuk mendukung pengelolaan sampah di tingkat lingkungan, pemerintah menyiapkan anggaran stimulus sebesar Rp10 juta bagi setiap RT. Dana tersebut akan dikelola oleh masing-masing RT sesuai petunjuk teknis dari pemerintah kelurahan guna meningkatkan fasilitas dan kegiatan pengelolaan sampah.

Selain itu, Pemkot menyiapkan sistem pengawasan berbasis aplikasi digital yang dilengkapi dashboard hingga tingkat RT. Melalui sistem tersebut, perkembangan pelaksanaan program dapat dipantau sekaligus menjadi bahan evaluasi secara berkala.

Kemeriahan Suasana Festival Hijau Madiun- Dok. (Sasmito/Selintas Media)

"Pengawasannya melalui laporan yang terintegrasi dalam aplikasi hingga tingkat RT, sehingga pelaksanaan program bisa dipantau," jelasnya.

Festival Madiun Hijau juga diisi berbagai kegiatan edukatif, seperti Tarian Hijau yang melibatkan peserta Program Kampung Iklim (ProKlim), Fashion Show Hijau, permainan bertema lingkungan, pembacaan Ikrar Pasukan Hijau, serta Deklarasi Pilah Sampah dari Rumah. Kegiatan tersebut dikemas untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah organik, anorganik, residu, dan kertas.

Kekompakan Malam Festival Hijau Madiun- Dok. (Sasmito/Selintas Media)

Melalui gerakan ini, Pemerintah Kota Madiun menargetkan berkurangnya volume sampah residu yang dibuang ke TPA sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah berbasis rumah tangga sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kota Madiun yang lebih bersih dan sehat.

 

(Sasmito/Selintas Media)