Kirim tulisan dan dapatkan kesempatan tulisanmu dipublish Selintas Media. Klik disini

Kenapa Orang Madiun Jarang Banget Pencet Klakson di Jalan?

 

Perempatan Lampu Merah Jalan Setia Budi Kota Madiun- Dok. (Kiriman Whatapps)

Selintas Media- Kalau kamu biasa hidup di kota besar yang bisingnya tombol klakson sudah mirip soundtrack kemacetan saban pagi dan sore, main ke Madiun mungkin bakal bikin kamu heran. Di sini, lalu lintasnya relatif tenang. Bukan karena jalanannya selalu sepi, kadang ramai juga, tapi karena pengendara di Madiun memang sejarang itu memencet klakson.

Bagi warga lokal, klakson itu bukan tombol serbaguna untuk meluapkan emosi. Ada alasan-alasan yang masuk akal kenapa jempol orang Madiun jarang sekali mampir ke tombol itu.

1. Memang Tidak Perlu

Pada dasarnya, jalanan di Madiun itu masih terhitung aman dan tertib. Ritme kendaraan bergerak secara teratur tanpa perlu saling serobot berlebihan. Ketika arus lalu lintas berjalan sebagaimana mestinya, memencet klakson cuma akan jadi tindakan yang sia-sia dan mengganggu ketenangan jalan. Kalau memang tidak ada kondisi berbahaya, ya buat apa dibunyikan?

2. Klakson Cuma untuk Situasi Tertentu

Bukan berarti klakson di Madiun cuma jadi pajangan. Tombol ini tetap dipakai, tapi fungsinya dikembalikan ke niat asalnya: isyarat keamanan. Klakson baru dibunyikan dalam situasi yang benar-benar membutuhkan, misalnya saat hendak mendahului di gang sempit yang tertutup pandangan, atau memberi tahu pengendara di depan yang tiba-tiba berpindah jalur tanpa piting sein. Di luar situasi darurat seperti itu, tombol klakson mending didiamkan.

3. Kondisi Jalan dan Lalu Lintas Masih Kondusif (Sipp)

Situasi jalanan Madiun itu masih tergolong sipp alias kondusif. Jarak tempuh antar lokasi terbilang dekat, lebar jalan memadai, dan kepadatan kendaraan masih dalam tahap wajar. Ketika suasana jalan tidak bikin stres, pengendara juga tidak gampang tersulut emosi untuk sekadar membunyikan klakson.

4. Watak Pengendara yang Lebih Sabar

Faktor kebiasaan juga memegang peranan penting. Pengendara di Madiun rata-rata lebih memilih untuk mengalah atau menunggu sejenak ketimbang buru-buru memencet klakson. Kalau ada kendaraan di depan yang agak lambat atau mau menyeberang, solusinya sederhana: kurangi kecepatan dan beri jalan. Kesabaran kecil seperti ini sudah jadi kesepakatan tidak tertulis di jalanan.

5. Malah Dikira Aneh dan Bikin Risih

Di Madiun, orang yang dikit-dikit pencet klakson justru bakal terlihat aneh. Suara klakson yang terlalu sering malah dianggap kekanak-kanakan, tidak sabaran, atau bahkan terkesan memancing keributan. Karena takut dianggap tidak sopan atau bikin risih pengendara lain, warga akhirnya lebih memilih menjaga jempolnya tetap tenang.

Pada akhirnya, jarang memencet klakson bukan berarti orang Madiun tidak paham aturan lalu lintas. Justru sebaliknya, itu tanda bahwa ritme jalanan di sini masih berjalan dengan saling pengertian tanpa harus mengandalkan suara bising.

 

(Sasmito/Selintas Media)