Kenapa Orang Madiun Jarang Banget Pencet Klakson di Jalan?
Selintas Media- Kalau
kamu biasa hidup di kota besar yang bisingnya tombol klakson sudah mirip soundtrack
kemacetan saban pagi dan sore, main ke Madiun mungkin bakal bikin kamu heran.
Di sini, lalu lintasnya relatif tenang. Bukan karena jalanannya selalu sepi,
kadang ramai juga, tapi karena pengendara di Madiun memang sejarang itu
memencet klakson.
Bagi warga lokal,
klakson itu bukan tombol serbaguna untuk meluapkan emosi. Ada alasan-alasan
yang masuk akal kenapa jempol orang Madiun jarang sekali mampir ke tombol itu.
1. Memang Tidak Perlu
Pada dasarnya, jalanan
di Madiun itu masih terhitung aman dan tertib. Ritme kendaraan bergerak secara
teratur tanpa perlu saling serobot berlebihan. Ketika arus lalu lintas berjalan
sebagaimana mestinya, memencet klakson cuma akan jadi tindakan yang sia-sia dan
mengganggu ketenangan jalan. Kalau memang tidak ada kondisi berbahaya, ya buat
apa dibunyikan?
2. Klakson Cuma untuk Situasi Tertentu
Bukan berarti klakson di
Madiun cuma jadi pajangan. Tombol ini tetap dipakai, tapi fungsinya
dikembalikan ke niat asalnya: isyarat keamanan. Klakson baru dibunyikan
dalam situasi yang benar-benar membutuhkan, misalnya saat hendak mendahului di
gang sempit yang tertutup pandangan, atau memberi tahu pengendara di depan yang
tiba-tiba berpindah jalur tanpa piting sein. Di luar situasi darurat seperti
itu, tombol klakson mending didiamkan.
3. Kondisi Jalan dan Lalu Lintas Masih Kondusif (Sipp)
Situasi jalanan Madiun
itu masih tergolong sipp alias kondusif. Jarak tempuh antar lokasi
terbilang dekat, lebar jalan memadai, dan kepadatan kendaraan masih dalam tahap
wajar. Ketika suasana jalan tidak bikin stres, pengendara juga tidak gampang
tersulut emosi untuk sekadar membunyikan klakson.
4. Watak Pengendara yang Lebih Sabar
Faktor kebiasaan juga
memegang peranan penting. Pengendara di Madiun rata-rata lebih memilih untuk
mengalah atau menunggu sejenak ketimbang buru-buru memencet klakson. Kalau ada
kendaraan di depan yang agak lambat atau mau menyeberang, solusinya sederhana:
kurangi kecepatan dan beri jalan. Kesabaran kecil seperti ini sudah jadi
kesepakatan tidak tertulis di jalanan.
5. Malah Dikira Aneh dan Bikin Risih
Di Madiun, orang yang
dikit-dikit pencet klakson justru bakal terlihat aneh. Suara klakson yang
terlalu sering malah dianggap kekanak-kanakan, tidak sabaran, atau bahkan
terkesan memancing keributan. Karena takut dianggap tidak sopan atau bikin
risih pengendara lain, warga akhirnya lebih memilih menjaga jempolnya tetap
tenang.
Pada akhirnya, jarang
memencet klakson bukan berarti orang Madiun tidak paham aturan lalu lintas.
Justru sebaliknya, itu tanda bahwa ritme jalanan di sini masih berjalan dengan
saling pengertian tanpa harus mengandalkan suara bising.
(Sasmito/Selintas
Media)
.jpeg)
Join the conversation