Kirim tulisan dan dapatkan kesempatan tulisanmu dipublish Selintas Media. Klik disini

Makna Gunungan Jaler dan Estri dalam Grebeg Maulud Nabi Muhammad 1448 H Madiun

 

Prosesi Kirab Gunungan Jaler Estri Madiun- Dok. (Tim Selintas Media)

Selintas Media -  Gunungan Jaler dan Gunungan Estri kembali hadir dalam Grebeg Maulud di Kota Madiun, Selasa (25/8), kemarin. Sepasang gunungan yang dikirab dari Masjid Kuno Taman menuju Alun-Alun Kota Madiun itu menjadi simbol peran laki-laki dan perempuan, antara keseimbangan hidup, serta nilai berbagi kepada masyarakat.

Grebeg Maulud digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah. Tradisi tersebut kembali dilaksanakan setelah sempat vakum selama beberapa tahun.

Gunungan Jaler memiliki bentuk mengerucut dan lebih tinggi dengan isian hasil bumi, seperti kacang panjang, terong, wortel, dan cabai. Bentuk tersebut dimaknai sebagai gambaran laki-laki atau suami yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga.

Sementara itu, Gunungan Estri berukuran lebih kecil dengan bentuk lebih melebar di bagian bawah. Gunungan ini melambangkan perempuan atau istri dengan peran mengayomi, melengkapi, dan menjaga keharmonisan keluarga.

Perbedaan bentuk kedua gunungan tersebut menggambarkan kehidupan yang berpasangan. Laki-laki dan perempuan memiliki peran berbeda, tetapi ditempatkan sebagai unsur yang saling melengkapi.

Gunungan Jaler dan Estri Menuju Alun-Alun Madiun- Dok. (Tim Selintas Media)

Makna gunungan juga terlihat dari hasil bumi yang dibagikan kepada masyarakat setelah prosesi selesai. Pembagian tersebut menjadi bentuk sedekah dan rasa syukur sekaligus memberi kesempatan kepada warga untuk terlibat langsung dalam tradisi.

Selain kirab gunungan, Grebeg Maulud dimeriahkan Gamelan Sekaten, Gembrung, dan Bedug Rampak. Masyarakat juga menerima buceng pisusung, udhik-udhik, serta paket sembako.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun Bagus Panuntun mengatakan Grebeg Maulud memiliki nilai keagamaan sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi lokal yang sempat berhenti.

“Momentum ini kita maknai sebagai kepatuhan pada Rasulullah dan menjaga budaya yang ada,” ujar Bagus.

Menikmati Rasa Syukur dari Prosesi kegiatan- Dok. (Tim Selintas Media)

Kembalinya Grebeg Maulud membuat masyarakat kembali terlibat dalam tradisi yang memadukan nilai keagamaan dan budaya. Gunungan Jaler dan Estri menjadi salah satu simbol yang membawa pesan tentang keseimbangan, rasa syukur, serta berbagi kepada sesama.

 

(Sasmito/Selintas Media)