Angin Kencang dan Cuaca Kering, Kenapa Madiun Lagi Rawan Kebakaran?
Selintas
Media- Kalau diperhatikan beberapa hari belakangan, hembusan angin di wilayah
Madiun memang lagi kencang-kencangnya.
Berbarengan dengan suhu udara yang terik dan ketiadaan hujan, kondisi ini bikin
dedaunan garing (kering), rumpun bambu, sampai kebun tebu berubah jadi "bahan bakar" yang sangat
mudah tersulut api.
Kombinasi
cuaca kering ditambah angin kencang
ini ibarat racikan berbahaya. Percikan api kecil, entah dari pembakaran sampah
yang ditinggal atau sisa puntung rokok, bakal langsung tertiup angin dan
merembet hitungan menit.
Berdasarkan
data dari Satpol PP
dan Damkar Kota Madiun yang dipublikasikan via Pendekar Media Pemkot Madiun, angka kebakaran sepanjang
tahun ini terus bertambah dan sudah menembus angka 35 hingga 40 kejadian, di mana lebih dari 50% di antaranya merupakan kebakaran lahan kosong, kebun tebu,
dan rumpun bambu.
Berikut
rincian peta penyebab dan kasus kebakaran yang terjadi:
- Pembakaran
Sampah & Lahan Kosong (19 Kasus):
Penyumbang terbesar. Kebiasaan membersihkan pekarangan dengan cara dibakar
lalu ditinggal pergi tanpa pengawasan.
- Korsleting
Listrik (10 Kasus): Penyebab utama kebakaran
bangunan dan permukiman, dipicu penumpukan beban steker, komponen AC,
hingga kabel tua.
- Kebocoran
Gas Elpiji & Kompor (5 Kasus):
Kelalaian di area dapur, mulai dari selang/regulator bocor sampai kompor
ditinggal menyala.
- Faktor
Lainnya (1 Kasus): Penyebab lain seperti buangan
puntung rokok sembarangan di area kering.
Minggu (13/9)
kemarin, wilayah Kota dan Kabupaten Madiun bahkan sempat dikepung si jago merah
di beberapa titik sekaligus:
- Desa
Mojopurno, Wungu (Kab. Madiun) – Siang Hari:
Kebakaran hebat melanda lahan seluas kurang lebih 10 hektare. Kobaran api sempat membuat warga sekitar panik
karena lokasinya berada sangat dekat dengan permukiman penduduk. Petugas
Damkar dan BPBD Kabupaten Madiun harus bekerja ekstra keras agar api tidak
merambat ke rumah warga.
- Kerkof
Serayu & Mojopurno: Laporan
kebakaran lahan juga merembet di sekitar kawasan Kerkof Serayu yang
berdekatan dengan batas Mojopurno.
- Jl.
Cupumanik (Belakang Perumahan Green Nirwana Residence): Lahan tebu dan bambu di belakang perumahan (utara THD)
terbakar hebat hingga membubung tinggi dan mengancam permukiman di
sekitarnya.
- Jl.
Menak Kuncir, Kel. Winongo (Kota Madiun) – Sore Hari: Kebakaran melanda area tanaman tebu Gajah Mada di
Kecamatan Manguharjo. Respons cepat dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, petugas
Damkar Kota Madiun, serta masyarakat berhasil menyekat api sebelum meluas
ke perkebunan lain.
- Kelurahan
Josenan (Kota Madiun) – Petang Hari:
Warga RT 28 RW 09 Kecamatan Taman dibuat kaget dengan suara ledakan bambu
yang terbakar beruntun disertai kepulan asap pekat dari rumpun bambu dan
kebun pisang yang menghangus.
Kenapa Bisa Sampai Terbakar?
(Penyebab Utama)
- Vegetasi
Sangat Kering: Musim kemarau panjang
menurunkan kadar air pada tumbuhan secara drastis.
- Tiupan
Angin Kencang: Angin menyuplai oksigen
sekaligus menerbangkan bara api (ubal) ke titik lain yang kering.
- Kelalaian
Manusia: Kebiasaan membakar sampah atau
merapikan lahan dengan api lalu ditinggal pergi tanpa dipadamkan secara
total.
Kalau Ada Tanda-Tanda Sampah/Lahan
Terbakar, Harus Gimana?
- Jangan
Cuma Dilihat, Segera Lokalisir:
Kalau api masih kecil, langsung siram air atau tutup menggunakan karung
goni basah.
- Jauhkan
Bahan Mudah Terbakar:
Pindahkan ranting kering atau sampah plastik di sekitar titik api agar
jangkauannya tidak melebar.
- Beri
Tahu Tetangga & RT: Segera
beri peringatan ke sekitar agar warga waspada dan tidak terjebak kepulan
asap.
- Langsung
Telepon Damkar: Jangan menunggu api membesar
baru menghubungi petugas. Makin cepat melapor, armada makin cepat sampai.
- Stop
Ngobong Sampah: Selama musim angin kencang
ini, usahakan tidak membakar
sampah atau membersihkan lahan menggunakan api!
Cuaca Kering dan Angin Kencang Ini
Sampai Kapan?
Berdasarkan
prakiraan cuaca, puncak musim kemarau serta kondisi angin kencang di Jawa Timur
(termasuk Madiun Raya) diprediksi masih bertahan hingga akhir September sampai pertengahan Oktober 2026, sebelum masuk
masa pancaroba menuju musim hujan di akhir Oktober/November. Jadi, kewaspadaan
ekstra tetap wajib dijaga.
Nomor Panggilan Darurat Damkar
Madiun
Simpan
nomor-nomor penting ini di HP kamu buat jaga-jaga:
·
Call Center
Darurat Kota Madiun: 112 (Bebas pulsa, aktif 24 jam via Portal Layanan
Panggilan Darurat 112)
·
Damkar / Satpol PP
Kota Madiun: (0351) 482255 atau (0351) 463258, serta WhatsApp 082245000404
/ 08113577800 (Awak Sigap)
·
Damkar Kabupaten
Madiun:
(0351) 383250 (atau melalui layanan aduan resmi)
·
BPBD Kabupaten
Madiun:
(0351) 388844
(Sasmito/Selintas Media)

Join the conversation