Manasik Haji Jadi Bekal Jemaah Membangun Kemandirian Sebelum ke Tanah Suci
Selintas Media — Persiapan
ibadah haji tidak berhenti pada pemahaman tata cara pelaksanaan ibadah.
Pembekalan sejak sebelum keberangkatan menjadi bagian penting agar jemaah mampu
mengenali kebutuhan diri ketika berada di Tanah Suci.
Hal itu menjadi salah satu
perhatian dalam Kick Off Manasik Haji Akbar Nasional 2026 di Stadion Wilis Kota
Madiun, Jumat (25/9), kemarin. Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya
pelaksanaan manasik secara nasional sebagai bagian dari persiapan ibadah haji
1448 H/2027 M.
Manasik haji merupakan
pembekalan bagi calon jemaah untuk memahami tata cara, tahapan, dan ketentuan
ibadah sebelum keberangkatan. Kegiatan dibuka Menteri Haji dan Umrah RI Dr. KH.
Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan. Turut hadir Plt. Wali Kota Madiun F. Bagus
Panuntun, Bupati Madiun H. Hari Wuryanto, serta Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya
Ulfa.
Bagi calon jemaah,
pembekalan tersebut menjadi kesempatan memahami berbagai hal yang akan dihadapi
selama menjalankan ibadah. Joko Suparmono, calon jemaah haji 2027 asal
Kabupaten Magetan, mengaku berupaya mengikuti manasik setiap kali mendapat
kesempatan.
"Manasik di mana pun,
kalau ada undangan, saya akan usahakan datang. Minimal untuk bekal saya nanti,
biar saya bisa melaksanakan ibadah haji dengan baik," ujar Joko.
Selain pengetahuan ibadah,
kesiapan kesehatan juga menjadi perhatian. Joko memanfaatkan layanan
pemeriksaan kesehatan dan mengetahui sejumlah kondisi yang perlu diperbaiki
sebelum keberangkatan.
"Tadi saya baru
memanfaatkan stan-stan yang ada, cek kesehatan gratis. Alhamdulillah minimal saya
punya gambaran, oh inilah kesehatan saya hari ini," katanya.
Ia menyebut kadar
kolesterolnya perlu diperhatikan, sedangkan tekanan darah berada di angka 140.
Hasil tersebut menjadi pengingat untuk memperbaiki kondisi kesehatan sebelum
berangkat.
Yetabintair, perwakilan
dari Asrama Haji Kelas II Ambon, melihat antusiasme peserta cukup tinggi. "Alhamdulillah
luar biasa sekali. Tidak nyangka juga sebanyak ini jemaah yang hadir,"
ujarnya.
Kesiapan melalui
pengetahuan ibadah dan kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun
kemandirian jemaah. Bekal itu diharapkan membuat jemaah lebih siap menjalankan
ibadah tanpa sepenuhnya bergantung kepada orang lain.
Bagi Joko, pembekalan tetap
diperlukan sebelum keberangkatan.
"Manasik itu salah
satu bekal kita nanti untuk melaksanakan ibadah haji di Madinah-Mekkah. Minimal
punya langkah-langkah atau aturan-aturannya," katanya.
(Sasmito/Selintas Media)

Join the conversation