Kirim tulisan dan dapatkan kesempatan tulisanmu dipublish Selintas Media. Klik disini

Pangdam V/Brawijaya dan Plt Wali Kota Madiun Sambangi Rumah Tahanan Militer, Wacana Jadi Kawasan Wisata Semakin Nyata

Pangdam V/Brawijaya dan Plt Wali Kota Madiun tinjau RTM. Foto - Pemkot Madiun


Selintas Media – Gagasan untuk merevitalisasi Rumah Tahanan Militer (RTM) di Kelurahan Pangongangan, Kecamatan Manguharjo, menjadi salah satu titik wisata Kota Madiun tampak semakin serius digarap. Hal ini terlihat dari kunjungan langsung Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin didampingi Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun ke lokasi tersebut, Selasa (22/9).

Dalam kunjungan itu, keduanya menyusuri area RTM sekaligus mengamati kondisi fisik bangunan yang merupakan bagian dari aset milik Kodam V/Brawijaya. Kompleks ini menyimpan jejak sejarah penting sebab pernah digunakan untuk menahan tokoh nasional Mochtar Lubis, Sutan Sjahrir, hingga Tan Malaka. Hasil pengecekan menunjukkan struktur utama bangunan tergolong masih kuat, kendati sejumlah bagian memerlukan perbaikan dan penataan ulang.

Mayjen TNI Rudy Saladin menjelaskan bahwa pemanfaatan RTM belum bisa langsung terealisasi karena masih harus melalui tahapan administratif dan perizinan lebih dulu. Jika seluruh proses itu tuntas, ia menyatakan kesiapannya untuk menjalin kerja sama dengan Pemkot Madiun supaya aset tersebut benar-benar memberi nilai guna bagi masyarakat sekitar. Ia menambahkan, izin dan kelengkapan administrasi akan segera diurus, dengan harapan aset milik Kodam ini nantinya bisa dikelola bersama pemerintah kota menjadi salah satu destinasi .

Ia menilai secara keseluruhan bangunan utama RTM masih dalam kondisi kokoh — hal yang menurutnya wajar mengingat konstruksi peninggalan era Belanda memang dikenal tahan lama. Meski begitu, sentuhan renovasi ringan tetap dibutuhkan, dan bentuk konsep akhirnya akan disesuaikan dengan gagasan yang disiapkan pihak Pemkot. Baginya, prinsip utamanya adalah ada niat dan kesiapan untuk merawat serta mengoptimalkan bangunan ini bersama pemerintah daerah, sementara detail konsepnya masih akan dirumuskan bersama agar lokasi ini bisa benar-benar berguna bagi banyak orang.

Di sisi lain, F. Bagus Panuntun mengungkapkan bahwa usulan pengembangan RTM bersama Bosbow sebelumnya sudah pernah disampaikan Pemkot kepada pihak Kodam, sebagai bagian dari strategi memperkaya destinasi wisata berbasis sejarah dan heritage di Kota Madiun. Peninjauan bersama Pangdam kali ini, ungkapnya, menjadi kesempatan untuk melihat langsung potensi riil yang dimiliki kawasan tersebut.

Ia berharap proses administrasi dapat berjalan lancar dan cepat sehingga RTM segera bisa difungsikan sebagai salah satu destinasi wisata kota.

Lebih lanjut, Bagus menyebut pembahasan konsep pemanfaatan RTM secara rinci baru akan dilanjutkan setelah ada kepastian mengenai kerja sama pemanfaatan (KSO) dari pihak Kodam. Ia membuka kemungkinan kawasan ini nantinya diarahkan sebagai ruang wisata publik, sekaligus area kuliner atau kegiatan lain. Bila ada pihak investor yang tertarik menanamkan modal, Pemkot disebut akan menyesuaikan skema tersebut dengan aturan yang berlaku.

Sebelum kunjungan ini, Pemkot Madiun bersama unsur Korem dan Kodim juga telah lebih dulu melakukan kerja bakti membersihkan kawasan RTM, sebagai langkah awal pelestarian bangunan bersejarah tersebut. Menurut Bagus, langkah kolaboratif ini turut mendapat apresiasi dari Pangdam V/Brawijaya atas upaya bersama menjaga warisan sejarah tersebut.

(Zein/SelintasMedia)