Turnamen eFootball di Madiun, Dorong Kompetisi Rutin dan Pencarian Bibit Baru
Selintas Media — Layar televisi menyala,
stik konsol berpindah tangan, sementara pemain sibuk membaca pergerakan lawan.
Suasana kompetitif sekaligus santai itu mewarnai Tourney eFootball yang digelar
Selintas Madiun bersama Denstrix PlayStation Kota Madiun, Minggu (27/9),
kemarin.
Menggunakan
eFootball PES 2021 dengan pembaruan patch terbaru, turnamen tersebut
mempertemukan pemain dari Madiun dan sekitarnya. Bukan hanya mengejar hadiah,
peserta juga mendapatkan kesempatan untuk merasakan atmosfer pertandingan
dengan lawan yang berbeda dari permainan sehari-hari.
Bagi
salah seorang peserta, pengalaman bertanding di turnamen terasa berbeda
dibandingkan bermain bersama teman sendiri. Ia bahkan berharap kompetisi
eFootball semacam ini dapat digelar secara rutin.
"Pertama
kali mengikuti ini, ternyata beda kalau main sama teman dibanding turnamen
dengan orang yang belum dikenal. Punya nilai tersendiri," ujarnya.
Menurut
dia, kompetisi yang digelar secara berkala juga dapat menjadi ruang bagi pemain
untuk terus mengasah kemampuan. Frekuensi penyelenggaraan, misalnya setiap dua
hingga enam bulan, dinilai dapat membuat pemain memiliki lebih banyak
kesempatan untuk bertanding.
"Harapannya
ke depan bisa jadi rutinitas, mungkin dua atau enam bulan sekali, supaya bisa
menciptakan bibit-bibit unggul untuk perwakilan Timnas di esports,"
katanya.
Menariknya,
tidak semua peserta datang dengan target membawa pulang gelar juara. Ada pula
pemain yang memilih menikmati pertandingan dan menjadikan turnamen sebagai
pengalaman baru.
"Susah,
Mas, tapi seru. Yang penting menikmati, minimal jadi tim penghibur," ujar
peserta lainnya.
Selain
atmosfer pertandingan, kenyamanan bermain turut menjadi perhatian. Peserta
mengapresiasi perangkat yang digunakan selama kompetisi, termasuk stik dan layar
televisi yang dinilai responsif saat permainan berlangsung.
Kompetisi
seperti ini memberi ruang bagi komunitas eFootball untuk bertemu di luar
permainan rutin. Pemain tidak hanya berhadapan dengan lawan yang berbeda,
tetapi juga dapat mengukur kemampuan melalui pertandingan yang lebih
kompetitif.
Pada
turnamen tersebut, Ivar keluar sebagai juara pertama bersama Tim 2 setelah
menang 6-5 atas Dias. Dias menempati posisi kedua, sedangkan posisi ketiga
diraih Ivar bersama Tim 1 setelah mengalahkan Bulus Wea dengan skor 4-1.
Bagi
komunitas eFootball di Madiun, keberadaan turnamen lokal membuka peluang agar
kompetisi tidak berhenti sebagai ajang sesaat. Penyelenggaraan yang konsisten
dapat menjadi salah satu ruang bagi pemain untuk mengembangkan kemampuan dan menemukan
talenta baru di tingkat daerah.
(Sasmito/Selintas
Media)

Join the conversation