Kirim tulisan dan dapatkan kesempatan tulisanmu dipublish Selintas Media. Klik disini

Cek Fakta! Topeng Gelap Dwi Bagus Martono di Balik Profesi Elit dan Sandiwara Kasus Madiun

Foto pelaku saat menjalankan ibadah haji 2025 silam

Selintas Media — Pengungkapan kasus pembunuhan berencana di Kota Madiun yang menyeret Dwi Bagus Martono alias DBM (40) terus memunculkan berbagai fakta baru. Di balik tindakan keji yang dilakukannya terhadap istri siri dan anak balitanya, kehidupan pribadi dan sosial pelaku menyimpan kontras tajam dengan imej kesehariannya di tengah masyarakat.

Berdasarkan penelusuran lapangan, DBM dikenal sebagai sosok yang berasal dari keluarga mapan dan tertutup. Berdasarkan laporan Tribun Jatim, pelaku diketahui baru saja menunaikan ibadah haji sebelum kasus hukum ini terbongkar, sehingga membuat para tetangga terkejut tanpa ada yang menaruh curiga.

Dari segi karier profesional, DBM memiliki latar belakang pekerjaan yang tidak sembarangan. Mengutip pemberitaan Surya.co.id, pelaku mempunyai keahlian spesifik berstandar internasional sebagai penyelam dan ahli pengelasan bawah air (underwater welding) offshore dengan lisensi Eropa serta berpenghasilan dalam bentuk dolar AS.

Sementara itu, kondisi domestik di kediaman pelaku turut menjadi sorotan. Istri sah DBM kesehariannya berprofesi sebagai guru dan mengelola fasilitas bimbingan belajar (bimbel) privat bagi anak-anak di bagian depan rumah. Sebagaimana dilansir Surya.co.id, aktivitas padat sang istri yang mengajar di area depan rumah membuat kegiatan lain di bagian dalam atau belakang properti luput dari perhatian lingkungan sekitar.

Lapisan status sosial, latar belakang keagamaan, serta kesibukan di rumah tersebut sempat menjadi tirai penutup yang menyembunyikan gelagat mencurigakan pelaku, sebelum akhirnya rangkaian sandiwara laporan orang hilang runtuh di tangan aparat kepolisian.

Selepas kedoknya terbongkar, sebagaimana dilaporkan oleh Suara Surabaya dan CNN Indonesia, Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim langsung meringkus tersangka DBM di tempat pelariannya di Kabupaten Jombang pada Minggu malam, dan menggandangnya ke Mapolda Jatim untuk pemeriksaan intensif.

Dalam pengembangan penyidikan lanjutan yang dilansir dari CNN Indonesia, polisi menemukan lima pecahan tulang mencurigakan di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan uji laboratorium forensik, sampel tulang tersebut terbukti otentik sebagai bagian dari kerangka manusia, sementara tim penyidik terus menyisir area sekitar guna mengumpulkan sisa potongan tubuh korban lainnya.


(Sasmito/Selintas Media)