Kirim tulisan dan dapatkan kesempatan tulisanmu dipublish Selintas Media. Klik disini

Free Palestine! Menilik AI Lewat Film NAZA, dari Teknologi hingga Kemanusiaan

 

Nonton Bareng Film Naza di CGV Madiun- Dok. (YDSF Cabang Madiun)

Selintas Media — Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tidak hanya membawa kemudaha dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga memunculkan persoalan ketika teknologi tersebut digunakan dalam operasi militer. Isu ini diangkat melalui pemutaran film dokumenter NAZA yang diselenggarakan Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF) di CGV Plaza Lawu, Madiun, Jumat malam (23/10), kemarin.

Film karya junalis Yuval Abraham dan Rachel Szor tersebut menyoroti penggunaan sistem AI dalam operasi militer Israel di Jalur Gaza, Palestina. Melalui kesaksian mantan personel militer dan intelijen Israel, dokumenter ini memperlihatkan bagaimana teknologi digunakan untuk mengidentifikasi sasaran serangan dan memunculkan pertanyaan tentang peran manusia dalam pengambilan keputusan yang menentukan hidup dan mati.

Isu tersebut menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab pihak yang menggunakannya. Di satu sisi, AI mampu mengolah data dalam jumlah besar dengan cepat. Namun, ketika digunakan dalam peperangan, penerapan teknologi tersebut berkaitan langsung dengan ketepatan penentuan sasaran, perlindungan warga sipil, dan pertanggungjawaban atas keputusan militer.

Foto Bersama- Dok. (YDSF Cabang Madiun)

Ketua YDSF Cabang Madiun, Aferu Fajar, mengatakan pemutaran film tersebut dilatarbelakangi keprihatinan terhadap kondisi masyarakat Palestina, khususnya di Gaza dan Tepi Barat, yang terus menghadapi kekerasan.

"Dokumenter ini menyuguhkan pengakuan langsung dari para pelakunya. Kita disadarkan secara telanjang bahwa apa yang terjadi di Gaza bukanlah konflik biasa, melainkan sebuah tragedi kemanusiaan yang didesain dan direncanakan secara sistematis," kata Aferu.

Ia menilai kepedulian terhadap Palestina perlu terus tumbuh di tengah berbagai persoalan yang juga dihadapi masyarakat Indonesia. Menurutnya, solidaritas kemanusiaan tidak seharusnya dibatasi oleh jarak geografis.

"Empati harus terus hidup dari setiap dada manusia yang bernurani. Ini persoalan kemanusiaan lintas batas yang menuntut kepedulian nyata kita bersama," ujarnya.

Aferu Fajar berharap kepedulian masyarakat dapat mendorong langkah nyata dari pihak-pihak yang memiliki kapasitas untuk membantu, termasuk pemerintah melalui kementerian terkait dan lembaga internasional.

Kebersamaan YDSF Cabang Madiun- Dok. (YDSF Cabang Madiun)

Pemutaran NAZA di Madiun turut membuka ruang diskusi mengenai arah perkembangan AI di tengah kehidupan modern. Teknologi yang semakin canggih tetap membutuhkan pengawasan, batasan etis, dan pertanggungjawaban manusia, terutama ketika penggunaannya berpotensi mengancam keselamatan warga sipil.

Melalui dokumenter ini, masyarakat diajak melihat bahwa persoalan AI bukan semata-mata tentang seberapa cepat teknologi berkembang, melainkan juga tentang bagaimana teknologi tersebut digunakan dan siapa yang menanggung akibatnya.

 

(Sasmito/Selintas Media)