Kirim tulisan dan dapatkan kesempatan tulisanmu dipublish Selintas Media. Klik disini

Kebakaran Lereng Gunung Lawu Meluas hingga 490 Hektare, Status Tanggap Darurat Ditetapkan

 


Kebakaran Hutan di Gunung Lawu Magetan- Dok. (Kiriman Warga Magetan)

Selintas Media — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, kian memprihatinkan. Kobaran api yang semula berskala kecil kini dilaporkan terus meluas hingga menghanguskan sekitar 490 hektare lahan vegetasi dan memaksa pemerintah daerah mengambil langkah cepat guna mencegah dampak yang lebih fatal.

Berdasarkan laporan kronologi kejadian, titik api pertama kali dideteksi oleh warga sekitar pada Kamis, (15/10) pagi di kawasan hutan lindung Tirto.id. Akibat embusan angin yang kencang di tengah puncak musim kemarau serta banyaknya semak kering yang mudah terbakar, api merembet dengan sangat cepat. Hanya dalam kurun waktu dua hari hingga akhir pekan lalu, luasan area yang terbakar melonjak drastis hingga mencapai 100 hektare Koran Solopos.

Merespons eskalasi ancaman ini, Pemerintah Kabupaten Karanganyar telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana. Kebakaran berpusat di wilayah hutan lindung Perhutani, khususnya pada Petak 28, 32, dan 62C yang masuk dalam wilayah administratif Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar.

Hingga saat ini, satgas gabungan setidaknya mendeteksi adanya 36 titik panas (hotspot) aktif yang tersebar di ketinggian sekitar 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) Media Indonesia.

Mengenai dalang di balik musibah ini, pihak kepolisian bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menduga kuat adanya unsur kelalaian manusia (human error). Petugas menemukan indikasi jejak pembakaran arang tradisional di dalam area hutan lindung yang diduga memicu percikan api awal detikcom.

Operasi pemadaman via udara menggunakan metode water bombing oleh helikopter BNPB pun sempat dikerahkan dari pangkalan Lanud Adi Soemarmo, meskipun sempat menemui kendala di lapangan akibat kepungan kabut tebal dan turbulensi angin kencang Facebook KOMPAS.com.

Demi menjamin keselamatan publik, seluruh jalur pendakian menuju puncak Gunung Lawu, baik melalui Cemoro Kandang, Candi Cetho, Tambak, maupun jalur Cemoro Sewu, kini telah ditutup total untuk batas waktu yang belum ditentukan.

 Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, relawan, dan BPBD Provinsi Jawa Tengah saat ini terus disiagakan di jalur darat untuk memperlebar sekat bakar (firebreak). Langkah pembatasan ini krusial dilakukan guna menghadang lidah api agar tidak melompat mendekati instalasi pipa air bersih warga maupun area permukiman terdekat.

 

(Sasmito/Selintas Media)