Kirim tulisan dan dapatkan kesempatan tulisanmu dipublish Selintas Media. Klik disini

Peringati Hari Kopi dan Hari Batik, Festival LAYAH Digelar di Madiun

 

Festival Layah di Mercure Madiun- Dok. (Sasmito/Selintas Media)

Selintas Media — Peringatan Hari Kopi Internasional dan Hari Batik Nasional di Madiun diwarnai dengan penyelenggaraan acara bertajuk "LAYAH" (Super Local, Super Fun) yang berlangsung di pelataran Mercure Madiun pada 30 September hingga 3 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menyajikan pameran komoditas kopi Nusantara, seni batik, pameran UMKM lokal, hingga pertunjukan seni.

Perwakilan Mercure Madiun, Shania, menjelaskan bahwa acara empat hari ini dirancang sebagai wadah edukasi sekaligus ruang temu bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pelajar, serta masyarakat umum.

"Kegiatan ini diadakan dalam rangka Hari Kopi Internasional dan Hari Batik Nasional. Konsep yang diusung adalah Discover Local, mengombinasikan dua momen peringatan tersebut menjadi satu acara bersama masyarakat dan UMKM," kata Shania saat ditemui di lokasi acara, Madiun, Kamis (1/10), kemarin.

Ragam Tersaji di Festival Super Sambelah Layah- Dok. (Sasmito/Selintas Media)

Menurut penjelasan Shania, sektor kopi menyajikan ragam komoditas biji kopi lokal dari berbagai wilayah Indonesia, seperti Flores, Sumba, Lawu, hingga kawasan Wilis Madiun. Fasilitas pengolahan kopi dari biji menjadi espsreso juga disediakan bagi pengunjung yang ingin mempelajari proses pembuatan kopi secara langsung.

Sementara untuk peringatan Hari Batik Nasional, rangkaian acara diisi dengan demonstrasi dan kelas mencanting batik. Kegiatan tersebut melibatkan perajin lokal, di antaranya Batik Murni khas Madiun serta teknik ecoprint. Selain itu, jadwal kegiatan mencakup peragaan busana (fashion show) serta perlombaan kreasi batik bagi pelajar di Kota Madiun.

Aneka Menu Dapat Dipilih Sesuai Selera- Dok. (Sasmito/Selintas Media)

Selain pameran kopi dan batik, lokasi acara juga diisi oleh stan kuliner lokal penyetan "Sambelan Layah", produk jajanan, kendaraan motor, gawai, kebutuhan harian, hingga layanan dari klinik kesehatan setempat.

Seluruh rangkaian kegiatan dibuka untuk umum tanpa dipungut biaya masuk (free entry). Pihak penyelenggara mencatat harga produk makanan dan minuman yang ditawarkan para pelaku UMKM di lokasi mulai dari Rp10.000.

 

(Sasmito/Selintas Media)