Kirim tulisan dan dapatkan kesempatan tulisanmu dipublish Selintas Media. Klik disini

Rahasia Karakter Pemilik Weton Sabtu, Simak Berikut Ini


Ilustrasi Wayang- Dok. (Freepik)

Dalam pandangan filosofi Jawa, hari Sabtu dilambangkan dengan elemen air keruh, bumi, serta pemegang kekuasaan segel chakra mahkota bumi. Karakter dasarnya cenderung tegas, berpendirian kuat, pekerja keras, memiliki ambisi besar, serta memiliki ketahanan mental yang tinggi dalam menghadapi berbagai ujian hidup.

Kelahiran hari Sabtu identik dengan kepribadian yang teguh memegang prinsip, disiplin, mandiri, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang matang. Meski demikian, mereka terkadang memiliki kecenderungan keras kepala, ego yang cukup tinggi, pendendam jika disakiti secara mendalam, serta sulit menerima kritik dari orang lain.

Ketika berpadu dengan lima pasaran Jawa, karakter lahir Sabtu memunculkan dinamika watak dan peruntungan yang unik:

  • Sabtu Legi (Neptu 14): Dermawan, Supel, dan Berjiwa Pemimpin Dinaungi neptu 14, pemilik Sabtu Legi dikenal sebagai sosok yang supel, pandai bergaul, dermawan, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang menonjol. Mereka adalah tipe orang yang sangat menghargai teman dan tidak ragu melindungi orang-orang di sekitarnya. Tantangan utamanya adalah sifat mereka yang terkadang suka mudah tersinggung, serta ambisius dalam mengejar keinginan. Weton ini sangat cocok berkarier di bidang pemerintahan, Seniman, militer atau kepolisian, perdagangan skala besar, maupun wirausaha mandiri.
  • Sabtu Pahing (Neptu 18): Penuh Semangat, Ambisius, dan Berpengaruh Memiliki neptu tertinggi yaitu 18, Sabtu Pahing berada di bawah naungan karakter yang sangat bersemangat, memiliki daya juang luar biasa, berjiwa besar, serta memiliki pengaruh kuat di lingkungannya. Mereka adalah sosok yang pemaaf, murah hati, namun memiliki emosi yang cukup membara dan tidak suka diremehkan orang lain. Walau kerap terlihat keras dan dominan, keteguhan tekad mereka membuat jalan rezekinya luas dan disegani banyak orang. Karier idealnya mencakup bidang kepemimpinan eksekutif, wirausaha berskala besar, militer, organisasi sosial, maupun tokoh publik.
  • Sabtu Pon (Neptu 16): Tenang, Berwawasan Luas, dan Berhati Hati Dinaungi neptu 16, Sabtu Pon dikenal dengan pembawaannya yang tenang, sabar, pemaaf, serta memiliki wawasan yang sangat luas. Mereka adalah tipe orang yang gemar belajar, memiliki ketekunan tinggi, dan tidak mudah menyerah saat menghadapi kegagalan. Sifat dasarnya yang terkadang agak tertutup, menyukai kemewahan, dan mudah curiga membuat mereka selektif dalam memilih lingkaran pertemanan. Sektor karier yang cocok mencakup bidang pendidikan, penelitian, manajemen keuangan, perbankan, maupun wirausaha perdagangan.
  • Sabtu Wage (Neptu 13): Tabah, Mandiri, dan Setia Kawan Dinaungi neptu 13, Sabtu Wage adalah sosok yang memiliki ketabahan mental tinggi, mandiri, penyabar, serta sangat setia kepada pasangan maupun rekan kerjanya. Mereka bukan tipe pencari sensasi, melainkan pekerja tekun yang mampu bertahan di tengah tekanan hidup yang berat. Walau terkadang memiliki sifat pencemburu, keras kepala, atau suka membantah, ketulusan dan tanggung jawab mereka menjadi benteng utama kelancaran rezeki. Weton ini sangat berkibar di bidang pertanian, teknik, pertukangan, administrasi, logistik, maupun wirausaha mandiri.
  • Sabtu Kliwon (Neptu 17): Keramat, Berwibawa, dan Berjiwa Sosial Tinggi Dinaungi neptu 17 (Lakuning Bumi), Sabtu Kliwon identik dengan watak yang pemaaf, sabar, berwibawa tinggi, memiliki jiwa sosial yang kuat, serta sering kali menjadi tempat perlindungan bagi orang lain. Tutur kata mereka cenderung bijaksana dan disegani karena kedalaman pemikirannya. Meski terkadang memiliki sifat pencemburu, kaku, atau ingin menang sendiri dalam perdebatan, garis rezeki weton ini tergolong stabil dan kuat. Karier idealnya meliputi bidang pengajaran, pemuka agama, konsultan, seniman, pemimpin organisasi, hingga wirausahawan mandiri.

Perhitungan weton merupakan bagian dari peninggalan kebudayaan dan referensi kultural masyarakat Jawa. Keharmonisan dan keberhasilan dalam hidup nyata tetap kembali pada usaha, doa, dan kerja keras masing-masing.