Rahasia Karakter Pemilik Weton Senin, Simak Berikut Ini
Selintas Media- Dalam
filosofi Jawa, hari Senin melambangkan bunga. Pemilik kelahiran hari ini
identik dengan penampilan rapi, jiwa sosial tinggi, dan suka menolong, meski
ada sisi keras kepala yang kerap muncul. Namun, begitu bertemu dengan lima
pasaran Jawa, karakternya bisa berubah drastis!
Berikut lengkap watak,
asmara, hingga peruntungan rezeki lima weton Senin menurut Primbon Jawa:
1.
Senin Legi (Neptu 9): Suka Bercanda tapi Mudah Goyah
Dinaungi Lakuning Angin,
Senin Legi dikenal ramah, humoris, dan setia kawan. Sayangnya, mereka cenderung
plin-plan dan sulit diredam saat marah. Weton ini cocok berkarir di bidang
humas, guru, atau pedagang, serta serasi berpasangan dengan neptu 10 atau 15.
2.
Senin Pahing (Neptu 13): Pendiam, Mandiri, dan Pekerja Keras
Di bawah Lakuning
Lintang, pemilik Senin Pahing tergolong introvert yang enggan
merepotkan orang lain. Meski agak kaku dan mudah tertipu karena kelewat polos,
kedisiplinan mereka di ranah bisnis, pertanian, atau seni sanggup mengangkat
derajat ekonomi keluarga.
3.
Senin Pon (Neptu 11): Berani, Cerdas, tapi Pantang Didebat
Memiliki naungan Lakuning
Setan, Senin Pon dibekali mental baja dan kecerdasan di atas rata-rata.
Cocok jadi pemimpin atau pengusaha, namun mereka harus mengontrol sifat angkuh
agar rezeki yang melimpah tidak mendadak habis.
4.
Senin Wage (Neptu 8): Pelindung Keluarga yang Mudah Tersinggung
Dinaungi Lakuning Geni,
watak Senin Wage cenderung emosional dan kaku bagai api. Di balik itu, mereka
sangat jujur dan pasif bermuka dua. Usaha keras di masa muda akan berbuah manis
berupa kestabilan finansial saat memasuki usia paruh baya.
5.
Senin Kliwon (Neptu 12): Pesona Luar Biasa dan Penarik Rezeki
Berada di bawah Lakuning
Kembang, Senin Kliwon punya daya pikat tinggi, lembut, dan disukai banyak
orang. Kariernya bersinar di bidang publik atau kreatif. Meski cemburuan, garis
rezeki weton ini tergolong sangat bagus dan sering membawa keberuntungan besar.
Perhitungan weton merupakan
bagian dari peninggalan kebudayaan dan referensi kultural masyarakat Jawa.
Keharharmonisan dan keberhasilan dalam hidup nyata tetap kembali pada usaha,
doa, dan kerja keras masing-masing.
Sasmito/Selintas Media)

Join the conversation