Kirim tulisan dan dapatkan kesempatan tulisanmu dipublish Selintas Media. Klik disini

5 Tipe "Spesies" Manusia Saat Ramadhan: Kamu Masuk Tim Mana?

Ragam Jenis Tipe Manusia- Dokumentasi Chatgpt AI

Selintas Media- ​Ramadhan bukan sekadar menahan lapar, tapi juga momen munculnya "bakat terpendam" yang tak terlihat di bulan biasa. Dari ahli matematika dadakan sampai ahli tidur profesional, inilah 5 tipe manusia yang pasti kamu temui saat puasa:

1.      Si Kalkulator Takjil

Menjelang siang, kemampuan matematikanya mendadak setara profesor. Dia bisa menghitung estimasi harga kolak, jarak tempuh ke pasar beduk, hingga kombinasi gorengan paling efisien sesuai isi dompet.

​Ciri Khas: Punya wishlist menu buka puasa sepanjang struk belanja.

Kalimat Sakti: "Nanti kolak satu, bakwan tiga, es campur, sama nasi padang kayaknya pas ya?"

2.      Si "Hibernator" (Manusia Goa)

​Prinsipnya: Tidur adalah ibadah yang harus dilakukan secara totalitas. Muncul saat sahur, lalu menghilang dari peradaban dan baru "reinkarnasi" 15 menit sebelum adzan Maghrib.

​Kekuatan Super: Bisa tidur dalam posisi apa pun, termasuk saat rapat Zoom.

​Ciri Khas: Muka bantal dan tiba-tiba sudah duduk manis di depan meja makan saat bedug.

3.      Si CCTV Masjid

​Rujukan utama bagi kaum "lemas". Dia hafal jadwal imsakiyah hingga ke detiknya dan punya minimal tiga aplikasi waktu shalat sebagai pembanding akurasi.

​Hobi: Menatap jam dinding dengan tatapan penuh kerinduan sedalam lautan.

​Ciri Khas: Orang pertama yang teriak, "Kurang dua menit lagi!"

4.      Si "Mendadak Syekh"

Sering terjadi di lingkaran pertemanan pria. Saat tiba waktu shalat, semua mendadak jadi sangat rendah hati dan saling dorong untuk jadi imam.

​Dinamika: Saling menunjuk dengan kalimat "Antum saja yang lebih berilmu."

​Plot Twist: Yang jadi imam biasanya yang paling telat datang karena tidak sempat menolak.

5.      Pejuang War Takjil

​Punya energi unlimited di jam-jam kritis (pukul 16.00 – 17.00). Di saat orang lain lunglai, dia justru gesit bermanuver di pasar demi gorengan paling crispy se-kecamatan.

​Prinsip: "Lebih baik antre satu jam daripada buka tanpa kerupuk."

​Ciri Khas: Helm masih nempel di kepala saat memilih mendoan.

 

(sas/selintasmedia)