Waspada! Fenomena Pancaroba Ekstrem dan Guncangan Tektonik Melanda Wilayah Mataraman
Selintas Media- Masyarakat di wilayah eks-Keresidenan Madiun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Pasalnya, anomali cuaca yang tidak menentu serta aktivitas seismik di pesisir selatan Jawa sedang berada pada titik yang menuntut kesiapsiagaan tinggi.
Berdasarkan data resmi dari BMKG, sebuah gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 6,4 mengguncang wilayah pesisir Pacitan pada Jumat, (6/2), lalu. Gempa yang berpusat di laut pada kedalaman 10 km ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng.
Getaran terasa kuat hingga skala IV MMI di Pacitan dan sekitarnya, bahkan hingga ke wilayah Solo dan Yogyakarta. Meski tidak berpotensi tsunami, BMKG mencatat adanya puluhan gempa susulan (aftershocks) yang perlu diwaspadai, terutama bagi warga yang tinggal di bangunan dengan struktur lemah.
Kondisi cuaca di wilayah Plat AE saat ini sedang mengalami fase transisi yang drastis. Fenomena "panas menyengat di pagi hari, hujan badai di sore hari" dipicu oleh adanya pola pertemuan angin dan peningkatan kelembapan udara.
BMKG Juanda pun telah mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem untuk wilayah Jawa Timur, termasuk Magetan dan Madiun, yang diprediksi berlangsung hingga pertengahan Februari.
Di tengah ketidakteraturan alam ini, muncul ancaman kesehatan yang serius. Perubahan suhu yang mendadak melemahkan imunitas tubuh, membuat masyarakat rentan terkena infeksi virus.
Demam tinggi yang naik-turun (sering menyerupai gejala DBD atau Chikungunya). Masyarakat diminta menjaga hidrasi, mengonsumsi vitamin, dan segera melakukan pemeriksaan medis jika demam tidak kunjung reda dalam 2-3 hari.
Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan cuaca dan aktivitas seismik terkini dapat dipantau secara berkala berdasarkan kanal resmi BMKG di situs www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, atau melalui akun media sosial resmi di X (Twitter) @infoBMKG dan Instagram @infobmkgjuanda.
(sas/selintasmedia)
Join the conversation