Kirim tulisan dan dapatkan kesempatan tulisanmu dipublish Selintas Media. Klik disini

Dean James dan PSSI, Tutorial Patah Hati Nasional Sebelum Sempat Jadian


 Dean James Bermain untuk Timnas Indonesia di Hadapan Penonton Garuda- (Dok. instagram @deanjames)

Selintas Media- Sepak bola kita itu memang hobi sekali memberi harapan palsu, persis gebetan yang rajin reply story tapi mendadak hilang pas diajak jalan. Nama Dean James, bek Go Ahead Eagles yang fotonya sudah telanjur kita edit pakai jersey Garuda, resmi dipastikan batal dinaturalisasi. Kabar ini menjadi "kiamat kecil" bagi netizen yang sudah telanjur memenuhi kolom komentarnya dengan kalimat “Welcome to Indonesia”.

Penyebabnya bukan karena Dean James tidak cinta tanah air, tapi karena aturan FIFA itu lebih kaku daripada kanebo kering. Mengutip laporan dari Kompas.com, proses perpindahan federasi James terganjal aturan legalitas keturunan yang ternyata tidak "selurus" jalan tol Trans Jawa. Ada prasyarat statuta FIFA yang gagal ditembus, membuat dokumennya tertahan di meja birokrasi tanpa kejelasan.

Bagi pencinta taktik, kehilangan James tentu terasa menyesakkan. Berdasarkan analisis dari Tempo.co, pemain bertalenta seperti James awalnya diproyeksikan menjadi kepingan puzzle penting untuk memperkuat sektor sayap yang selama ini jadi tumpuan Shin Tae-yong. Namun, apa daya, lobi sekelas PSSI pun harus angkat tangan jika dokumen administrasi internasional sang pemain tidak mampu memenuhi standar yang sangat ketat.

Dampaknya? Ya, kita terpaksa kembali ke "setelan pabrik" dan memaksimalkan stok pemain yang sudah ada. Sementara Filipina sedang pening mengurus darurat minyak, kita di sini sedang darurat bek sayap yang punya visi Eropa tapi terkendala paspor. Ini adalah pengingat keras bahwa berburu pemain keturunan bukan sekadar koleksi kartu Pokemon; ada keruwetan hukum yang kalau sudah bilang "nggak bisa", ya berarti kita harus legawa.

Pada akhirnya, kasus Dean James ini adalah pelajaran berharga untuk tidak terlalu cepat baper. Urusan bela negara bukan cuma soal skill olah bola, tapi juga soal jodoh-jodohan dengan birokrasi. Mari kita simpan dulu mimpi melihat James melakukan overlap di GBK, dan kembali fokus mendukung siapa pun yang paspornya sudah benar-benar hijau. Toh, Garuda tetap harus terbang, meski tanpa bek yang namanya terdengar sangat fancy di telinga komentator itu.

 

 

(Sas/SelintasMedia)