Kirim tulisan dan dapatkan kesempatan tulisanmu dipublish Selintas Media. Klik disini

Geliat Jasa Tukar Uang Baru di Kawasan PMB dan Dr. Sutomo Kota Madiun: Biaya Jasa Tembus 10 Persen

Ragam Uang Pecahan Baru Kawasan Pasar Gede Madiun- (Dok.Sas/Selintasmedia)

Selintas Media- Kawasan depan Pasar Besar Madiun (PBM) hingga Jalan Dr. Sutomo mulai diwarnai dengan deretan penyedia jasa penukaran uang receh. Fenomena tahunan di sepanjang Jalan Panglima Sudirman ini kembali menjadi primadona bagi warga yang mendambakan lembaran uang baru secara instan tanpa harus berjibaku dengan antrean birokrasi perbankan.

Berdasarkan fakta di lapangan, sistem tarif yang berlaku ternyata cukup dinamis. Salah satu penyedia jasa, Berlian Obama, mengungkapkan bahwa standar biaya layanan dipatok sebesar Rp20.000 untuk setiap kelipatan Rp100.000 yang ditukarkan. Artinya, untuk mendapatkan satu bendel uang baru, masyarakat perlu merogoh kocek lebih dalam dengan skema sebagai berikut:

·         Pecahan Rp5.000: Biaya jasa Rp50.000 (Total bayar Rp550.000).

·         Pecahan Rp10.000: Biaya jasa Rp100.000 (Total bayar Rp1.100.000).

·         Pecahan Rp20.000: Biaya jasa Rp200.000 (Total bayar Rp2.200.000).

Meski angka tersebut tampak kaku, Obama menyebutkan adanya ruang untuk bernegosiasi. "Kalau memang keberatan dengan tarif Rp120.000 (per Rp100.000), masih bisa digoyang atau nego, misalnya jadi Rp118.000. Semua tergantung kesepakatan di tempat," tuturnya saat berbincang di lokasi.

Penyedia Jasa Tukar Uang Memperbaiki Stand- (Dok. Sas/Selintasmedia)

Menariknya, tren permintaan tahun ini menunjukkan pergeseran preferensi. Pecahan Rp5.000, Rp10.000, dan Rp20.000 menjadi komoditas yang paling diburu masyarakat untuk kebutuhan angpao Lebaran. Sebaliknya, pecahan Rp2.000 justru mulai kehilangan tajinya dan jarang dilirik oleh para pencari uang baru.

Salah satu warga Madiun, Rita, mengaku lebih memilih menukarkan uang di pinggir jalan meski harus membayar premi lebih tinggi. Menurutnya, aksesibilitas menjadi alasan utama. "Kalau di bank harus daftar daring dan kuotanya terbatas. Di sini lebih praktis, bisa langsung dapat meskipun ada selisih harga," ujar Rita, Kamis (5/3), kemarin.

Intensitas transaksi di kawasan ini biasanya mencapai puncaknya pada tengah hari. Obama mencatat bahwa rentang waktu antara pukul 11.00 hingga 12.00 siang adalah saat-saat paling sibuk, di mana para pelanggan yang didominasi oleh kalangan pekerja muda dan pedagang mulai memadati lapaknya.

Berjejeran Ragam Jasa Pertukaran Uang- (Dok. Sas/Selintasmedia)

Meski menawarkan kemudahan, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi peredaran uang palsu maupun ketidaksesuaian jumlah lembaran. Konsumen disarankan untuk tetap menerapkan prinsip 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang) serta melakukan penghitungan ulang secara saksama sebelum meninggalkan lokasi transaksi demi keamanan bersama.

 

(sas/selintasmedia)