Jangan Asal Baca! Berikut Kronologi Pemicu Serangan Militer Israel dan Amerika Serikat ke Iran
Selintas Media- Ketegangan di
Timur Tengah mencapai titik kulminasi setelah Israel dan Amerika Serikat
meluncurkan operasi militer terkoordinasi terhadap sasaran-sasaran strategis di
Iran. Serangan ini tidak terjadi secara mendadak, melainkan merupakan hasil
dari eskalasi panjang yang melibatkan kegagalan diplomasi nuklir dan pergeseran
konfrontasi dari perang proksi menjadi serangan langsung.
Pemicu utama dari serangan ini
adalah kebuntuan negosiasi mengenai program nuklir Iran. Berdasarkan laporan
dari Al Jazeera,
perundingan terakhir yang dimediasi oleh pihak internasional pada Februari 2026
gagal mencapai kesepakatan.
Israel dan Amerika Serikat
berpandangan bahwa Iran telah melewati batas pengayaan uranium yang disepakati,
yang memungkinkan Teheran memproduksi senjata nuklir dalam waktu singkat.
Washington menyatakan bahwa tindakan militer diambil sebagai upaya terakhir
setelah jalur diplomasi dianggap tidak lagi efektif untuk mencegah Iran menjadi
negara berkekuatan nuklir.
Hubungan ketiga negara ini memburuk melalui serangkaian peristiwa penting selama dua tahun terakhir. Menurut catatan kronologi dari Wikipedia, berikut adalah tahapan eskalasinya:
- April 2024: Iran meluncurkan serangan langsung pertama dari wilayahnya ke Israel sebagai balasan atas serangan terhadap konsulat mereka di Damaskus. Ini mengubah pola konflik yang sebelumnya hanya melalui kelompok proksi (Hezbollah dan Hamas).
- Oktober 2024: Terjadi saling balas serangan rudal antara kedua negara yang meningkatkan kewaspadaan militer di seluruh kawasan Teluk.
- Januari 2026: Amerika Serikat memperkuat kehadiran militernya dengan menempatkan gugus tempur kapal induk di Laut Arab. Langkah ini merespons ancaman Iran terhadap jalur perdagangan minyak di Selat Hormuz.
- 28 Februari 2026: Israel dan AS meluncurkan operasi udara bersama. Target utama meliputi fasilitas pengayaan uranium di Fordow dan Natanz, serta pusat komando militer di Teheran.
Amerika Serikat memberikan
dukungan militer langsung dengan alasan stabilitas regional dan perlindungan
terhadap aset strategisnya. Melansir dari detikNews,
Pentagon menyatakan bahwa keterlibatan mereka bertujuan untuk melumpuhkan
kemampuan balistik Iran yang dianggap mengancam pangkalan-pangkalan AS di Qatar
dan Uni Emirat Arab.
Selain itu, pertimbangan waktu
serangan yang dilakukan pada akhir pekan merupakan bagian dari strategi
ekonomi. Menurut analisis Kompas.id,
operasi militer di akhir pekan bertujuan untuk meminimalisir kepanikan langsung
di bursa saham global dan pasar komoditas minyak, memberikan waktu bagi pelaku
pasar untuk merespons situasi sebelum perdagangan dibuka kembali di hari Senin.
Hingga saat ini, pemerintah Iran
melalui kantor berita resmi IRNA
mengonfirmasi kerusakan pada sejumlah fasilitas militer dan infrastruktur
komunikasi. Iran menyatakan akan melakukan pembalasan setimpal, yang memicu
kekhawatiran global akan terjadinya perang skala besar yang melibatkan lebih
banyak negara di kawasan tersebut.
Kondisi keamanan di perairan
internasional saat ini berada pada status siaga tertinggi, sementara Dewan
Keamanan PBB menjadwalkan pertemuan darurat untuk membahas dampak kemanusiaan
dan risiko luasan konflik ini.
(sas/selintasmedia)

Join the conversation