Kirim tulisan dan dapatkan kesempatan tulisanmu dipublish Selintas Media. Klik disini

Perkuat Jaring Pengaman Sosial, Gubernur Jawa Timur Kunjungi Madiun


 Pidato Gubernur Jawa Timur Khofifah di Pendapa Muda Graha Madiun- (Dok.ZN/SelintasMedia)

Selintas Media- Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) dan Taliasih Pilar Sosial Provinsi Jatim di Pendapa Muda Graha Kabupaten Madiun, Kamis (12/3/2026). Kegiatan bertajuk "Sapa Bansos Amaliah Ramadan" ini menyasar warga kategori kemiskinan ekstrem (KE) hingga penyandang disabilitas.

Khofifah menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini sengaja disinkronkan dengan momentum Ramadan untuk membantu pemenuhan kebutuhan masyarakat. Fokus utama bantuan diberikan kepada warga yang berada di desil satu atau kategori kemiskinan ekstrem.

"Kita memberikan program untuk kemandirian ekonomi sebesar 1,5 juta rupiah bagi warga di desil satu. Harapannya, ini menjadi bantalan ekonomi bagi mereka," ujar Khofifah saat meninjau lokasi.

Penyerahan Bantuan Gubernur Jawa Timur Kepada Warga Kota Madiun- (Dok. ZN/SelintasMedia)

Selain bantuan kemandirian, Pemprov Jatim juga mengalokasikan bantuan bersifat santunan (charity) yang dicairkan per triwulan. Beberapa kategori penerima bantuan tersebut antara lain:

  • Lansia Kurang Mampu: Menerima Rp2 juta per tahun, dengan pencairan Rp500 ribu per triwulan.
  • Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD): Menerima Rp3,6 juta per tahun, dengan pencairan Rp900 ribu per triwulan.

"Hari ini yang disalurkan adalah distribusi triwulan pertama. Ini berfungsi sebagai bantalan sosial agar beban ekonomi masyarakat rentan dapat berkurang," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memamerkan produk-produk hasil dari kelompok KIP JAVARA (Kelompok Perempuan Inisiator dan Penjaga Ketahanan Keluarga). Program "Jawa Timur Sejahtera dan Bahagia" ini merupakan bantuan modal senilai Rp3 juta bagi ibu tunggal (single parent) yang masuk dalam desil 1 hingga 4.

"Produk yang ditampilkan hari ini adalah hasil dari penerima program tahun 2025. Saat ini sudah tidak ada lagi pengajuan baru dari daerah karena program ini sudah berjalan di lapangan," tegasnya.

Gubernur Jawa Timur Menyapa Masyarakat- (Dok. ZN/SelintasMedia)

Terkait stabilitas harga, Plt. Wali Kota Madiun, Bagus Panuntun, menyatakan bahwa stok bahan pokok di wilayah Jawa Timur secara umum berada pada posisi aman. Meskipun ada beberapa komoditas yang harganya masih di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), pemerintah terus melakukan intervensi melalui pasar murah.

"Pasar murah dilakukan secara simultan oleh Pemprov, Pemkab/Pemkot, dan Bulog. Kami menyasar pasar tradisional hingga pemukiman warga untuk menjaga keterjangkauan daya beli," kata Bagus.

Bagus merinci bahwa stok beras, gula, minyak goreng, telur, hingga daging sapi dan ayam mencukupi untuk kebutuhan selama Ramadan hingga Idulfitri. Ia meminta masyarakat untuk tidak melakukan aksi borong atau panic buying.

"Masyarakat tidak perlu panik. Stok pangan kita sangat aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai Lebaran nanti," pungkasnya.

(Sas/SelintasMedia)