9 Angkringan di Madiun: Tempat Terbaik Mencari Jawaban Atas Pertanyaan
Selintas Media- Di
Madiun, perkara mencari tempat makan itu sebenarnya mudah. Tapi, mencari tempat
yang bisa memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan hidup, mulai dari "besok makan apa" sampai "kenapa dia pergi", ya
angkringan jawabannya.
Madiun sekarang semakin
cantik dengan berbagai wajah barunya yang ikonik. Namun, kenyamanan Madiun
tidak akan lengkap tanpa kehadiran tenda-tenda angkringan yang setulus hati
menemani siapa saja yang sedang mencari ketenangan atau sekadar mencari jawaban
atas lapar yang datang di malam hari.
Berikut adalah
rangkuman “peta persinggahan” di
angkringan-angkringan Madiun yang punya karakter sekuat karakter Slamet saat
mencoba memberikan jawaban terbaik atas berbagai pertanyaan hidup.
1.
Angkringan Abah
Angkringan
yang disebut penyelamat tanggal tua. Kalau kamu lagi melintas di Jalan Slamet
Riyadi dan perut sudah mulai melakukan aksi unjuk rasa, mampirlah ke Angkringan
Abah. Menunya klasik: aneka nasi bungkus dan bakaran. Harganya? Sangat
bersahabat. Tempat ini adalah jawaban paling logis untuk pertanyaan:
"Bagaimana cara bertahan hidup saat saldo ATM sudah mencapai batas limit?
2.
Angkringan Pak Mul
Geser
sedikit ke Jalan Mangunharjo. Pak Mul ini ibarat "supermarket" dalam wujud angkringan. Fokus utamanya ada
pada bakaran yang komplit. Kalau kamu tipe orang yang punya pertanyaan:
"Kenapa sate usus rasanya lebih enak daripada janji-janji manis?",
Pak Mul adalah tempat yang tepat untuk menemukan pembuktiannya.
3.
Angkringan Gendis Joyo
Di
Jalan Imam Bonjol, Timur Pasar Njoyo, ada angkringan yang punya daya tarik
unik. Menunya memang standar, tapi pelayanan dari mbak-mbak penjualnya yang
ramah dan sigap menjadi jawaban atas pertanyaan: "Adakah yang lebih
menghangatkan dari wedang jahe di malam hari?" Keramahan inilah yang bikin
para pelanggannya selalu ingin kembali.
4.
Angkringan Katno
Tersembunyi
di kedalaman Jalan Anggoro Manis, Angkringan Katno adalah markasnya mereka yang
mendamba ketenangan. Suasananya ramah, jauh dari bising jalan raya utama.
Sangat digemari anak kos dan para olahragawan karena lokasinya yang "adem". Ini adalah tempat
paling pas untuk merenungkan jawaban atas pertanyaan berat soal skripsi atau
masa depan.
5.
Angkingan Warung Cak E
Lupakan
sejenak urusan perut, kita bahas urusan lidah. Di Jalan Mangga, Angkringan Cak
E dikenal luas sebagai penyaji Teh Tarik terbaik. Teksturnya pas, manisnya pas,
dan yang pasti rasanya otentik. Cak E adalah jawaban telak untuk pertanyaan:
"Di mana bisa menemukan Teh Tarik yang rasanya nggak kalahan sama kafe
mahal?"
6.
Angkringan Kemiri
Warga
Kecamatan Taman, khususnya di sekitar Jalan Kemiri, tidak perlu bingung mencari
tempat nongkrong yang aman di kantong. Angkringan Kemiri hadir dengan konsep "palugada" (apa lo mau, gue ada).
Dari aneka es yang segar, nasi bungkus yang banyak variasi, sampai bakaran yang
lengkap, semuanya tersedia. Jawaban praktis untuk semua jenis kelaparan.
7.
Angkringan Ra Enek Jenenge (No Name)
Di
Jalan Setia Budi, ada angkringan yang memegang prinsip "hari tidak pernah berakhir". Sesuai namanya, angkringan
ini buka 24 jam non-stop. Ini adalah tempat paling valid untuk menjawab
pertanyaan: "Ke mana harus pergi saat jam 3 pagi perut keroncongan dan
butuh teman mengobrol?" Suasana makin hidup kalau sedang ada acara nobar
bola.
8.
Modjok Angkringan
Geser
ke Jalan Marga Jaya, kita akan menemukan angkringan yang sudah "berevolusi". Vibes-nya
semi-modern, estetik, dan punya sentuhan seni pada bangunannya. Modjok
Angkringan bukan sekadar tempat makan, tapi juga ruang kumpul dan diskusi.
Tempat ini adalah jawaban atas pertanyaan: "Adakah angkringan yang asyik
buat kerja laptopan tanpa kehilangan jati diri?.
9.
Tenda Orange
Angkringan
Tenda Orange di Jalan Abdurahman Saleh. Kekuatannya bukan pada menu yang
aneh-aneh, melainkan pada tendanya yang berwarna oranye mencolok. Ini adalah
jawaban visual atas pertanyaan: "Di mana angkringan yang paling mudah
ditemukan dan nggak pakai ribet cari lokasinya?
(Sas/SelintasMedia)

Join the conversation