Kirim tulisan dan dapatkan kesempatan tulisanmu dipublish Selintas Media. Klik disini

Pernikahan Itu Bukan Mystery Box: Pentingnya "Unboxing" Pasangan Sebelum Sah di Mata KUA

 

Kedua Insan yang Akan Melakukan Malam Pertama Sebagai Pasangan Sah- (Dok. Generate Ai)

Selintas Media-  Dunia persilatan asmara di Indonesia baru saja diguncang kabar yang lebih plot twist dari drakor mana pun. Bayangkan, kamu sudah dandan cantik, dekorasi pelaminan sudah aesthetic, tamu undangan sudah kenyang makan prasmanan, eh, pas mau "belah duren" di malam pertama, duriannya ternyata jeruk makan jeruk.

Kasus di Malang baru-baru ini seolah jadi pengingat betapa absurdnya realita. Saat kita sibuk kurasi playlist pernikahan agar tetap aesthetic, eh, plot twist-nya malah lebih ngeri dari film horor manapun. Bayangkan, ekspektasi sudah setinggi langit buat malam pertama, tapi realita justru datang dengan tekelan keras yang bikin trauma. Ternyata, di era sekarang, filter wajah bukan satu-satunya yang bisa menipu; identitas pun bisa dikemas sedemikian rupa sampai kita lupa kalau pernikahan itu bukan cuma soal pamer kemesraan di pelaminan, tapi soal kejujuran yang nggak bisa dinegosiasi.

Kejadian ini sebenarnya bukan cuma soal apes atau tertipu identitas, tapi soal bagaimana kita, para pejuang restu, seringkali terlalu terpesona sama "kemasan" luar tanpa benar-benar melakukan inspeksi mendalam.

1.    Jangan Cuma Tergiur Casing

Zaman sekarang, filter TikTok dan polesan skincare bisa menipu mata, tapi identitas di KTP (mestinya) nggak bisa bohong. Kasus di Malang ini jadi alarm keras buat kita semua. Kalau kamu laki-laki, pastikan calonmu itu memang perempuan. Kalau kamu perempuan, ya pastikan dia itu benar-benar laki-laki, bukan "laki-laki cosplay". Jangan sampai tertipu jakun palsu atau suara yang dibuat-buat ngebass.

2.    Pentingnya Ritual "Unboxing" (Secara Intelektual dan Administratif)

Istilah unboxing di sini bukan berarti kita harus melakukan hal-hal yang melanggar norma sebelum sah, ya. Tolong, pikiran kotornya dikondisikan dulu. Unboxing yang dimaksud adalah perkenalan intens yang nggak cuma melihat fisik atau wajah yang rupawan.

Kita bicara soal "unboxing" latar belakang. Cek bibit, bebet, bobotnya. Cek keluarganya, cek teman-temannya, kalau perlu cek sampai ke kelurahan tempat dia tinggal. Jangan cuma percaya sama modal "sayang" dan janji manis di chat WhatsApp. Kalau dia tertutup soal masa lalu atau keluarga besarnya, itu sudah red flag sebesar spanduk pecel lele.

3.    Daripada Menyesal Saat Malam Pertama

Menyesal karena salah pilih rasa martabak itu biasa. Tapi menyesal karena salah pilih jenis kelamin pasangan saat sudah sah secara hukum itu luar biasa pedihnya. Urusannya panjang: mulai dari malu sama tetangga, urusan pembatalan nikah di pengadilan, sampai trauma psikis yang nggak bakal sembuh cuma pakai kompres air hangat.

Intinya, pernikahan itu bukan beli mystery box di e-commerce yang kalau isinya zonk tinggal kasih bintang satu. Ini soal hidup dan mati (serta kesehatan mental). Jadi, buat kalian yang lagi dimabuk asmara, tolong pasang mode detektif dikitlah. Pastikan semua lubang dan tonjolan identitas itu asli, bukan hasil kamuflase dokumen tingkat tinggi.

Jangan sampai niat hati ingin membina rumah tangga, malah berakhir di ruang SPKT karena merasa dikerjai alam semesta. Stay waspada, Gesss!

 

(Sas/SelintasMedia)