Kirim tulisan dan dapatkan kesempatan tulisanmu dipublish Selintas Media. Klik disini

Sego Jotos! Simbol Peka Kuliner Tak Lekang Oleh Jaman


 Nasi Pecel dan Nasi Jotos Mbak Lis Podang Jalan Slamet Riyadi, Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun- (Dok. Sas/Selintas Media)

Selintas Media- Bagi masyarakat luar Madiun, mendengar kata "Jotos" mungkin yang terbayang adalah bogem mentah atau aksi tawuran antar-pendekar. Tapi bagi orang Madiun dan sekitarnya, jotos adalah manifestasi kasih sayang yang dipadatkan dalam sebungkus nasi seukuran kepalan tangan orang dewasa. Sego jotos bukan sekadar jawaban atas lapar di tengah malam, melainkan sebuah ekosistem yang tersimpan di balik balutan kertas minyak dan karet gelang.

Kalau kita bedah secara mendalam, isi di dalam bungkusan itu sebenarnya adalah rupa-rupa filosofi hidup yang sangat berbobot. Kehadiran tempe dan tahu goreng misalnya, adalah duo dinamis yang melambangkan kesetaraan. Tahu yang lembut dan tempe yang bertekstur adalah pengingat bahwa dalam hidup kita harus fleksibel, terkadang harus selembut tahu menghadapi kenyataan, tapi tetap padat berisi seperti tempe dalam memegang prinsip.

Belum lagi kehadiran kering tempe yang diiris kecil-kecil dengan balutan kecap dan sambal. Ini adalah wujud nyata dari seni merayakan hal-hal kecil. Ia adalah pengingat bagi kita yang sering mengeluh, bahwa kesuksesan besar itu dibangun dari potongan-potongan kecil kerja keras yang dikumpulkan jadi satu. Rasanya yang manis-gurih adalah representasi dinamika hidup yang mengharuskan kita mau "diiris-iris" alias berjuang terlebih dahulu sebelum mencicipi manisnya hasil.

Lalu ada mie goreng dan potongan telur goreng yang berfungsi sebagai pelengkap yang tak boleh absen. Mie dengan bentuknya yang panjang melambangkan harapan akan rezeki yang tidak terputus, sedangkan potongan telur goreng, meski kadang hanya seperdelapan bagian, adalah bentuk apresiasi diri agar kita tetap merasa mewah dalam keterbatasan.

Aneka Isi Nasi Jotos- (Dok.Sas/SelintasMedia)

Semua itu kemudian disatukan oleh sang penentu kedaulatan, yaitu sambal tomat. Tanpa sambal ini, sego jotos hanyalah sekumpulan nasi rames yang kehilangan jati diri. Sambal tomat adalah penyeimbang yang tidak sekejam sambal bawang, memberikan rasa optimisme bahwa setelah pedasnya cobaan, selalu ada kesegaran yang menanti.

Dinamakan sego jotos memang karena ukurannya yang pas di genggaman, namun efeknya setelah makan seringkali membuat kita terdiam kenyang dan mendadak lupa pada hutang. Ini adalah kuliner paling jujur di tanah plat AE. Kita tidak butuh piring cantik atau sendok perak untuk menikmati hidup. Cukup duduk di trotoar atau pinggir jalan, buka bungkusnya, dan rayakanlah kehidupan dengan kehidupan sederhana tenang lewat sebungkus nasi yang namanya sangar tapi isinya sangat pengertian ini!

 

(Sas/SelintasMedia)