Sendang Gayam Madiun: Mata Air Tempo Dulu yang Tetap Hidup di Tengah Perkembangan Zaman
Selintas Media- Di tengah
pesatnya perkembangan Kota Madiun, Sendang Gayam di Kelurahan Kartoharjo tetap
bertahan sebagai jejak sejarah yang tak lekang oleh waktu. Sumber mata air
alami ini bukan hanya menjadi penopang kebutuhan air di masa lalu, tetapi juga
berkembang sebagai destinasi wisata religi yang sarat nilai spiritual.
Berdasarkan informasi yang
dikutip dari akun media sosial @SelintasMadiun, Sendang Gayam telah ada sejak
berabad-abad silam. Nama “Gayam” sendiri diambil dari pohon gayam yang dahulu
menjadi titik munculnya mata air dari dalam tanah. Secara turun-temurun, tempat
ini diyakini sebagai lokasi pemandian para tokoh sakti dan pendekar pada
masanya.
Hingga kini, kepercayaan
tersebut masih melekat di tengah masyarakat. Tak sedikit pengunjung yang datang
dengan harapan memperoleh khasiat dari air sendang, mulai dari penyembuhan
penyakit, keberuntungan, hingga menjaga penampilan agar tetap awet muda.
Keberadaan sesaji di sekitar area juga menjadi penanda bahwa nilai sakralitas
tempat ini masih dijaga dan dihormati.
Dari sisi pengelolaan,
Sendang Gayam kini berada di bawah perhatian pemerintah setempat. Petugas
kebersihan kawasan lapak Kelurahan Kartoharjo, Tri Riyanto, menyebut bahwa
situs ini merupakan peninggalan masa lampau yang tetap terbuka untuk masyarakat
luas.
“Ini peninggalan zaman
dulu, dikenal sebagai wisata religi untuk siapa saja yang ingin datang,” ujar
Tri Riyanto, Kamis (23/4), kemarin.
Ia menjelaskan, akses
menuju kawasan Sendang Gayam tidak dipungut biaya, sehingga masyarakat dapat
berkunjung secara gratis. Selain itu, nuansa tradisional masih dipertahankan,
terlihat dari penggunaan kerekan sumur dan gayung tempurung kelapa (batok) yang
masih digunakan pengunjung untuk mengambil air.
Dalam hal kebersihan,
pengelolaan dilakukan secara bersama. Petugas dan para pedagang yang berjualan
di sekitar kawasan turut bertanggung jawab menjaga kebersihan lingkungan agar
tetap nyaman bagi pengunjung.
Keberadaan Sendang Gayam
menjadi bukti bahwa warisan masa lalu masih mampu bertahan di tengah
modernisasi. Tak sekadar menjadi sumber mata air, situs ini juga menyimpan
nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang terus hidup di tengah masyarakat
hingga hari ini.
(Sas/SelintasMedia)



Join the conversation