Kirim tulisan dan dapatkan kesempatan tulisanmu dipublish Selintas Media. Klik disini

Waspada Hantavirus di Tengah Cuaca Ekstrem: Jangan Asal Sapu Kotoran Tikus!

 

Ilustrasi Hentavirus- (Dok.Evanto/bloombergtechnoz)

Selintas Media- Perubahan cuaca yang tidak menentu belakangan ini bukan hanya membawa risiko flu atau demam berdarah. Masyarakat kini diminta memperketat kewaspadaan terhadap ancaman Hantavirus. Penyakit yang dibawa oleh hewan pengerat ini rentan menyebar saat transisi cuaca ekstrem memicu migrasi tikus ke pemukiman manusia.

Hantavirus bukanlah pemain baru dalam dunia medis, namun karakteristik penularannya sering kali tidak disadari oleh warga. Virus ini tidak menyebar melalui gigitan saja, melainkan melalui partikel udara (aerosol) yang berasal dari kotoran, urine, atau air liur tikus yang telah mengering.

Curah hujan tinggi yang kerap datang tiba-tiba menyebabkan sarang-sarang tikus di saluran air terendam banjir. Kondisi ini memaksa tikus mencari tempat kering dan sumber makanan baru, yakni rumah warga. Saat cuaca kembali panas terik, sisa kotoran tikus di sudut rumah atau gudang akan mengering dan berubah menjadi debu halus yang mengandung virus. Debu inilah yang berbahaya jika terhirup manusia saat sedang membersihkan rumah.

Kementerian Kesehatan RI sendiri telah memberikan atensi khusus pada fenomena ini. Melalui rilis resminya di laman kemkes.go.id., pihak otoritas menekankan bahwa menjaga sanitasi lingkungan saat cuaca anomali adalah kunci utama, mengingat virus ini bisa memicu komplikasi serius pada ginjal dan pernapasan jika terlambat ditangani.

Untuk mencegah penularan, pola hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi benteng utama. Namun, ada teknik khusus dalam membersihkan area yang dicurigai menjadi sarang tikus agar tidak tertular:

  1. Jangan Menyapu Kering: Ini kesalahan paling umum. Jangan langsung menyapu kotoran tikus dalam keadaan kering karena akan membuat virus terbang ke udara. Semprot dulu dengan disinfektan atau air sabun hingga basah kuyup, baru dibersihkan dengan kain pel atau lap.
  2. Masker adalah Harga Mati: Selalu gunakan masker saat membongkar gudang, loteng, atau membersihkan area yang jarang terjamah. Kita tidak pernah tahu debu mana yang membawa "oleh-oleh" dari tikus.
  3. Tutup Akses dan Kelola Pakan: Pastikan tidak ada celah bagi tikus untuk masuk. Penting juga untuk tidak membiarkan pakan ternak atau peliharaan terbuka di teras rumah sepanjang malam, karena itu adalah undangan makan malam bagi para tikus.
  4. Waspadai Gejala Mirip Flu: Jika muncul demam tinggi disertai nyeri otot hebat setelah membersihkan area kotor, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter.

Masyarakat diimbau tidak perlu panik secara berlebihan, namun kewaspadaan teknis seperti ini harus mulai menjadi kebiasaan baru. Kedisiplinan dalam menjaga kebersihan rumah bukan hanya soal estetika, tapi investasi keselamatan bagi keluarga di tengah anomali cuaca yang sulit diprediksi.

 

(Sas/SelintasMedia)