Kirim tulisan dan dapatkan kesempatan tulisanmu dipublish Selintas Media. Klik disini

Madiun Batik Heritage Festival 2026 Perkuat Identitas Batik dan Dukung Regenerasi Perajin

 

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak- Dok. (Sasmito/Selintas Media)

Selintas Media – Madiun Batik Heritage Festival 2026 resmi dibuka di Balai Kota Madiun, Kamis (16/7), kemarin. Mengusung tema "Merajut Warisan, Menenun Masa Depan", festival ini menjadi ajang promosi sekaligus upaya memperkuat identitas batik Madiun melalui kolaborasi pemerintah, perajin, pelaku ekonomi kreatif, pelajar, dan masyarakat.

Sebanyak 41 peserta memamerkan batik karya perajin lokal. Selama dua hari, pengunjung dapat melihat pameran, berbelanja produk batik, serta menyaksikan demonstrasi nyanting, nitik wayang, dan seni ukir yang menampilkan proses pembuatan batik secara langsung.

Pidato Sambutan Plt Wali Kota Madiun Bagus Panuntun di Madiun Batik Heritage Festival- Dok. (Sasmito/Selintas Media)

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, mengatakan festival tersebut merupakan milik masyarakat, bukan hanya pemerintah. Karena itu, pengembangannya akan dilakukan secara bertahap, dari tingkat Kota Madiun tahun ini, Madiun Raya pada 2027, hingga Jawa Timur pada 2028.

"Yang terpenting bukan tergesa-gesa, tetapi membangun identitas batik Madiun agar semakin dikenal," ujarnya.

Menurut Bagus, festival perdana ini bertujuan memperkenalkan batik khas Madiun, mendorong lahirnya motif yang dipatenkan, serta membangun karakter batik yang mampu merepresentasikan daerah. Ia berharap setiap motif memiliki cerita tentang Madiun sehingga menjadi media promosi yang mudah dikenali masyarakat.

Untuk memperkuat industri batik, Pemkot Madiun akan menyiapkan bantuan modal usaha berdasarkan kebutuhan perajin. Pemerintah juga akan menghadirkan pelatih guna meningkatkan keterampilan dan kreativitas para pembatik.

Selain itu, penguatan literasi budaya mulai dikenalkan kepada pelajar SMP melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Bagus menilai pemahaman sejarah dan budaya lokal dapat menjadi sumber inspirasi lahirnya motif-motif baru.

Arumi Bachsin Emil Dardak Berdiskusi Tentang Batik- Dok. (Sasmito/Selintas Media)

Pada kesempatan yang sama, Ibu Arumi Bachsin mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat. Menurutnya, festival menjadi sarana penting untuk memperkuat regenerasi perajin dan mengenalkan batik kepada generasi muda.

"Antusiasme masyarakat luar biasa. Kegiatan ini melibatkan banyak pihak, termasuk pelajar. Tujuan utamanya adalah regenerasi," kata Arumi.

Ia menilai kualitas batik Madiun terus meningkat, terlihat dari teknik membatik yang semakin detail, pilihan warna yang lebih beragam, serta desain yang semakin modern.

Arumi berharap batik Madiun mampu menembus pasar nasional hingga internasional. Untuk itu, ia mendorong efisiensi produksi melalui kombinasi teknik batik tulis dan batik cap agar harga tetap kompetitif tanpa mengurangi kesejahteraan perajin.

Ia juga mengingatkan pentingnya pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) guna melindungi motif khas yang dimiliki setiap perajin.

Penampilan Peserta Madiun Batik Heritage Festival- Dok. (Sasmito/Selintas Media) 

Melalui Madiun Batik Heritage Festival 2026, Pemerintah Kota Madiun berharap industri batik terus berkembang, daya saing perajin meningkat, dan batik Madiun semakin dikenal sebagai identitas budaya daerah.

 

(Sasmito/Selintas Media)