Kirim tulisan dan dapatkan kesempatan tulisanmu dipublish Selintas Media. Klik disini

Gengsi Tak Bikin Kenyang! Pak Galih Kantin Metal SMAN 5 Jadi Bukti Nyata

 

Pak Galih Kantin Metal SMAN 5 Madiun- Dokumentasi Tim Selintas Madiun

Selintas Media- Sosok Galih telah menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem sekolah sejak akhir 2017. Pemilik "Kantin Metal" ini bukan sekadar penjual makanan biasa; ia adalah mantan sales farmasi yang memilih banting setir demi menekuni dunia wirausaha di kantin sekolah.

Galih menekankan bahwa kunci keberhasilan adalah fokus pada satu bidang yang dikuasai. Baginya, profesi sebagai penjual kantin sering kali dipandang sebelah mata, namun ia membuktikan bahwa ketekunan di bidang ini membuahkan hasil finansial yang menjanjikan.

"Kalau kita jago di satu bidang, tekuni saja sampai benar-benar ahli. Jangan malu, karena omzetnya juga lumayan," ujarnya, Jumat (13/2), kemarin saat di wawancarai. Pesan ini menjadi kritik sekaligus motivasi bagi generasi muda agar tidak terjebak dalam tuntutan status sosial yang semu.

Eksistensi Galih di SMAN 5 Madiun melampaui transaksi jual-beli. Ia memosisikan diri sebagai pendukung utama kegiatan siswa. Bukan sekadar menyediakan makanan, Galih aktif menyisihkan rezeki untuk mensponsori kegiatan ekstrakurikuler seperti futsal dan basket.

Tak berhenti di dukungan finansial, ia juga hadir langsung di lapangan untuk memberikan semangat saat tim sekolah bertanding. Di kantinnya, ia menjadi saksi pertumbuhan karakter para siswa, mulai dari urusan prestasi hingga dinamika pergaulan remaja.

Nama "Kantin Metal" lahir dari identitas Galih yang dulunya berambut gondrong dan penggemar musik keras. Namun, saat dipercaya warga menjadi Ketua RW, ia memilih memotong rambutnya demi tanggung jawab sosial. Perubahan fisik ini menunjukkan integritasnya dalam menempatkan diri antara hobi pribadi dan amanah masyarakat.

Kisah Galih adalah bukti bahwa martabat sebuah pekerjaan ditentukan oleh profesionalisme dan dampaknya bagi lingkungan. Melalui Kantin Metal, ia mengajarkan bahwa kesuksesan sejati bermula dari keberanian untuk jujur pada diri sendiri dan kemauan untuk memberi manfaat bagi orang lain.

(sas/selintasmedia)