Tradisi Unik Desa Kanung: Ratusan Warga Ziarah Massal dan Makan Bareng di Makam
Selintas Media- Warga Desa Kanung, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun punya cara unik menyambut Ramadhan 1447 H. Alih-alih datang sendiri-sendiri, ratusan warga justru menyerbu pemakaman desa secara serentak untuk melakukan ziarah massal dan doa bersama, Selasa (17/2), kemarin.
Kegiatan ini merupakan inisiatif warga untuk menghormati leluhur sekaligus mempererat kerukunan. Suasana makam yang biasanya sepi mendadak ramai oleh lautan warga yang membawa bunga dan air mawar.
“Konsep hari ini adalah doa bersama dan nyekar serentak. Ini inisiatif sekaligus fasilitas bagi warga Desa Kanung agar bisa berkumpul menjaga budaya,” ujar Anggit Sasmito, perwakilan warga di lokasi.
Setelah ritual doa selesai, warga tidak langsung bubar. Mereka menggelar tikar di area pemakaman untuk makan bersama atau kembul bujana. Lauk pauk yang dibawa dari rumah disantap bersama sebagai simbol kebersamaan (guyub rukun).
Menurut Anggit, tradisi ini penting untuk menjaga modal sosial desa. “Harapannya, kegiatan ini terus berlanjut di setiap momen penting. Selain mendoakan arwah leluhur, tujuan utamanya adalah memperkuat tali silaturahmi melalui sosial budaya yang ada,” tambahnya.
Tradisi ini membuktikan bahwa ziarah tak hanya soal urusan religi, tapi juga menjadi perekat hubungan antarwarga sebelum memasuki bulan puasa.
(sas/selintasmedia)
Join the conversation