Panduan Mengumpulkan Serpihan Mood Kerja yang Tertinggal di Kampung Halaman
Selintas Media- Mari kita jujur, musuh terbesar bangsa Indonesia
setelah Lebaran bukanlah kolesterol dari opor ayam atau macetnya jalur Gentong.
Musuh terbesarnya adalah kenyataan bahwa Senin pagi tetaplah Senin pagi, dan
kantor tetaplah tempat di mana tumpukan revisi menunggu dengan tidak tahu
dirinya.
Meninggalkan kampung halaman itu berat. Tapi jauh lebih berat lagi
ketika badan sudah di kubikel, sementara jiwa dan raga masih tertinggal di
kursi ruang tamu rumah simbah, sambil ngunyah rengginang dan nonton sinetron
sore.
Bagi Anda yang merasa mood kerjanya tercecer di sepanjang jalur
mudik atau tertinggal di jok bus CENDANA, jangan panik. Berikut adalah panduan
taktis untuk memungut kembali kewarasan profesional Anda:
1.
Terima
Kenyataan: Mode "Healing" Sudah Kedaluwarsa
Langkah pertama adalah tahap penerimaan (acceptance).
Berhentilah melihat-lihat galeri foto liburan atau menghitung sisa sate di
kulkas ibu. Sadarilah bahwa status WhatsApp "Libur Dulu Gaes" sudah
harus berganti menjadi "Siap Melayani". Menolak realita hanya akan
membuat jempol Anda kaku saat harus mengetik laporan.
2.
Ritual
"Pemanasan Mesin" (Bukan Langsung Gas Pol)
Kita tahu pentingnya riset sebelum menulis.
Di kantor, terapkan hal yang sama. Gunakan dua jam pertama untuk memilah e-mail
yang sekiranya bisa dibalas dengan "Siap, segera diproses" tanpa
benar-benar memprosesnya saat itu juga. Ini adalah trik psikologis agar otak
tidak mengalami shock budaya dari rebahan ke banting tulang.
3.
Jadikan
"Oleh-oleh" sebagai Tameng Politik
Bawalah oleh-oleh paling berisik yang Anda
punya, entah itu keripik yang renyahnya minta ampun atau lanting yang kerasnya
mirip beton. Tujuannya? Agar mulut rekan kerja sibuk mengunyah sehingga mereka
lupa bertanya, "Eh, kerjaan yang kemarin sampai mana ya?" Ini
adalah investasi waktu yang sangat berharga untuk membangun kembali mood
yang sempat hilang.
4.
Strategi
Makan Siang: Reuni Senasib Sepenanggungan
Cari rekan kerja yang wajahnya sama-sama
kuyu dan tatapannya kosong. Ajak mereka makan siang. Saling memvalidasi rasa
malas adalah bentuk dukungan moral yang luar biasa. Mendengar teman mengeluh
soal cicilan atau uang saku keponakan yang menguras kantong biasanya bisa
memicu insting bertahan hidup Anda untuk kembali giat bekerja.
5.
Cek
Saldo: Motivasi Paling Autentik
Jika poin satu sampai empat gagal, gunakan
jurus pamungkas: buka aplikasi mobile banking. Lihatlah angka yang ada
di sana pasca-serangan fajar para keponakan. Jika saldo Anda sudah menyerupai
kode area telepon internasional, secara ajaib motivasi kerja akan muncul
seketika. Ingat, rindu kampung halaman itu indah, tapi bayar tagihan itu wajib.
(Sas/SelintasMedia)

Join the conversation