Kirim tulisan dan dapatkan kesempatan tulisanmu dipublish Selintas Media. Klik disini

Judi Online: Sebuah Cara Paling Cepat Menjadi Kere, Yatim Piatu dan Musuh Negara


 Seseorang yang Tengah Melakukan Strategi Untuk Judi Online- (Dok. Ilustrasi Generate Ai)

Selintas Media- Ada anggapan keliru yang sering berseliweran di telinga kita: kalau mau cepat kaya tanpa keringatan, ya main judi. Katanya, modal receh bisa jadi mobil. Padahal realitanya, judi online atau judol itu bukan jalan pintas jadi orang kaya, melainkan jalan tol menuju kehancuran yang pintunya terbuka lebar 24 jam.

Hari ini, judol sudah naik level kengeriannya. Bukan cuma bikin kantong kering sampai kerontang, tapi juga tega bikin nyawa ibu kandung melayang dan harga diri pejabat masuk keranjang sampah.

Kabar dari Ponorogo beberapa waktu lalu benar-benar bikin ulu hati perih. Seorang anak tega menghabisi nyawa ibunya sendiri hanya gara-gara urusan duit buat main slot. Bayangkan, ibu yang sudah susah payah merawat kita dari kecil, kalah telak oleh godaan layar HP yang menjanjikan kemenangan palsu. Kasih sayang seumur hidup ditukar dengan scatter yang nggak ada harganya. Ini bukan lagi soal nggak punya uang, tapi soal akal sehat yang sudah resmi mengundurkan diri.

Judol ini memang didesain sangat jahat. Di awal, kamu mungkin diberi menang dikit-dikit buat pancingan. Begitu kamu merasa "jago" dan mulai candu, di situlah saldo mulai disedot pelan-pelan. Saat tabungan ludes, pikiran mulai liar: mulai dari jual barang rumah, lari ke pinjol, sampai nekat melakukan kekerasan ke orang tua sendiri.

Kasus tragis tersebut adalah peringatan keras buat kita semua. Ketika seseorang sudah kecanduan, sosok ibu bukan lagi orang yang dihormati, melainkan dianggap sebagai "penghalang" hobi sesatnya. Judol sudah merusak sistem syaraf empati manusia sampai ke dasar-dasarnya.

Penyakit ini ternyata nggak pilih-pilih kasta, bahkan PNS yang setiap bulan terima gaji dari negara, kalau sudah kena "sihir" slot, ya berantakan semua.

Sudah banyak fakta mengenai banyaknya ASN dan pejabat yang terjerat judi online, bahkan ada yang nekat menggadaikan SK-nya demi modal "depo". Bahkan, ada oknum yang tega menyunat dana kantor demi mengejar kemenangan yang nggak pernah datang. Ironis sekali, mereka yang digaji untuk melayani rakyat, justru sibuk menyetor uang ke bandar luar negeri. Secara nggak langsung, mereka lagi membantu ekonomi bandar di Kamboja sambil memiskinkan anak istri di rumah.

Satu hal yang harus kita tanamkan di kepala: dalam judi, yang pasti menang itu cuma satu, yaitu bandarnya. Kita yang main cuma remah-remah rengginang yang dikumpulkan buat bangun gedung mewah mereka di sana.

Judol bukan jalan ninja untuk sukses. Judol adalah jalan pintas untuk jadi gelandangan, narapidana, atau seperti kasus di Ponorogo, menjadi pembunuh orang paling berharga dalam hidup kita. Sebelum jari kamu gatal mau nge-klik tombol spin, coba tatap wajah ibumu atau anak-istrimu.

Harta paling berharga itu bukan kemenangan di layar HP, tapi ketenangan saat tidur karena nggak punya utang dan nggak diburu rasa bersalah. Mending uangnya buat jajan bakso atau beli pakan ayam, jelas wujudnya, jelas kenyangnya, dan yang pasti: nggak bikin kita jadi anak durhaka.

 

(Sas/SelintasMedia)