Wujudkan Program Pemerintah Soal Pertanian, Gubernur Jatim Pimpin Gerakan Percepatan Tanam di Balerejo
Selintas Media- Gubernur
Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Bupati Madiun, Hari Wuryanto,
memimpin aksi Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Desa Gading, Kecamatan
Balerejo, Jumat (8/5), kemarin. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat
kedaulatan pangan nasional sekaligus membidik potensi ekspor beras ke pasar
global.
Agenda ini turut dihadiri
jajaran Kementerian Pertanian RI, Forkopimda Kabupaten Madiun, serta ratusan
petani setempat. Sinergi lintas pemerintahan ini menjadi bagian dari upaya
konkret mewujudkan program prioritas pusat di sektor agraris.
Merujuk data Badan Pusat
Statistik (BPS) 2026, Kabupaten Madiun sukses mempertahankan posisinya dalam
jajaran enam besar produsen beras di Jawa Timur selama dua tahun terakhir.
Rata-rata produksi wilayah ini menyentuh angka 480.264 ton Gabah Kering Giling
(GKG) per tahun, dengan produktivitas lahan mencapai 6,9 hingga 7,2 ton per
hektare.
Khofifah menegaskan bahwa
modernisasi sektor agraria merupakan instrumen utama dalam meregenerasi petani.
Apalagi, saat ini Jawa Timur menempati posisi puncak dengan populasi petani
muda terbanyak di Indonesia.
"Modernisasi adalah
keharusan untuk menarik minat generasi milenial dan Gen Z. Mengingat beras
adalah komoditas strategis, stabilitas nasional sangat bergantung pada
ketangguhan pangan kita," tegas Khofifah.
Sebagai dukungan nyata,
Gubernur menyerahkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa rotator
serta paket sembako bagi warga setempat. Upaya akselerasi ini diprediksi akan
mendongkrak produksi padi Jatim pada Semester I 2026 hingga meningkat lebih
dari 5 persen.
Senada dengan Gubernur,
Bupati Madiun Hari Wuryanto berkomitmen menjaga status swasembada pangan daerah
melalui teknologi. Ia menyebut percepatan tanam dan mekanisasi adalah solusi
menjaga konsistensi produksi di tengah tantangan iklim.
"Kita sudah swasembada
dan ingin mempertahankan itu. Untuk antisipasi kekeringan, Pemkab Madiun telah
menyalurkan bantuan irigasi dan pompa air, sehingga sejauh ini tidak ada yang
gagal panen," ungkap Hari Wuryanto.
Bupati menambahkan, sistem
pemupukan mulai diarahkan pada penggunaan teknologi organik untuk menjaga unsur
hara tanah. Dengan nutrisi tanah yang terjaga, kualitas tanaman diharapkan
tetap optimal meski proses tanam dilakukan secara intensif.
Saat ini, gairah petani di Kabupaten Madiun didukung oleh harga Gabah Kering Panen (GKP) yang stabil di kisaran Rp7.500 hingga Rp7.700 per kilogram. Kondisi ini diharapkan menjadi stimulus bagi kelompok tani untuk terus meningkatkan luas tambah tanam di musim berikutnya.
Di balik capaian tersebut,
ada kerja keras para petani yang terus menjaga negeri dari sawah. Karena ketika
pangan aman, bangsa akan tetap kuat.
(Sas/SelintaMedia)
.jpeg)


.jpeg)
Join the conversation